Kamis, 07 April 2016

[Review] May Who, Ketika Jatuh Cinta adalah Kesalahan #AsalAsalanReview

Hari ini aku ingin review film Thailand. Agak sakit hati juga karena sebenernya aku udah selesai review film ini lalu file-nya hilang. Film ini rilis sekitar Oktober 2015 kemarin. Baru nonton Rabu kemarin sama beberapa teman sekelasku selepas padus di rumahnya Alma. Download lah filmnya, ga kuat beli ori. Kecuali kalau emang film indo yang "high class" diusahain ke bioskop. Tapi bukan berarti aku ngge beli bajakan juga sih xD Memang udah agak lama filmnya, tapi ingin aja review. Entah ini efek pelajaran Bahasa Indonesia yang memang sedang mengulas film /ga atau emang hobi aja nulis panjang ga jelas. Karena aku ga mau spoiler banyak-banyak, jadi aku bakal nyeritain garis besarnya.

Awalnya aku minta rekomen film komedi-roman. Kalau bisa Thailand. Soalnya banyak banget film Thailand yang lawak tapi romannya kena, kayak Crazy Little Thing Called Love. Temenku , Dhia, ngusulin film komedi-roman bikin baper; May Who.

May Nai Fire Rang Frer a.k.a May Who
Kalau dilirik sinopsisnya, film berdurasi hampir 2 jam ini ceritanya klasik banget. Tentang dimana sebuah sekolah memiliki banyak kubu, dari mulai kutu buku sampai paling hits yang diteriakin tiap lewat. Dan si tokoh "gue" adalah yang paling kasihan; tidak punya kubu. Berpenampilan terlalu standar. Penyendiri atau bahkan sedikit terbully. Tapi suka sama anak hits. Klasik men.

Perbedaannya adalah, ada dua orang yang merasa aku-bukan-siapa-siapa di sini. Adalah Pong (Thiti Mahayotaruk) dan May Who (Sutatta Udomsilp) . Pong yang pandai menggambar, menyukai gadis cantik dari Tim Penyemangat, Mink ( Narikun Ketprapakorn). Dalam komik manualnya, dia selalu menceritakan kisah ia dan Mink. Sedangkan May menyukai atlet yang seringkali disemangati Tim Penyemangat, Fame (Thanapob Leeratanakajorn). Tapi yang paling menarik di sini adalah May, yang punya "kelainan". Tubuhnya akan mengeluarkan listrik ketika jantungnya berdegup terlalu kencang. Entah itu karena bersemangat, kelelahan, atau karena bertemu dengan orang yang ia suka.

Mink
Fame
Suatu hari, karena terburu-buru Pong salah mengumpulkan buku tugas, dia malah mengumpulkan buku komik manualnya yang sedang ia kerjakan. Dan sialnya bagi Pong, karena May membuat satu sekolah tau apa yang ia gambar, termasuk Mink. Ini jelas membuat Mink marah, dan ini jelas membuat Pong marah. Pong akhirnya melabrak May yang malah membuat ia sadar kalau May punya sesuatu yang istimewa.

Film ini dipadukan dengan animasi yang keren pake banget. Jadi animasi ini untuk menghidupkan apa yang Pong gambar. Meski animasinya terkesan "anime banget" jadi serasa nonton anime atau lagi main game, tapi bagus untuk film khas Thailand yang hobi mendramatisir suasana. Terkesan .... lebih alay?

Lucu bangeeet
Pong dan May nampak sedikit bernasib sama dengan masalahnya masing-masing. Kendati Pong sudah terlanjur tahu kekuatan May dan May yang merasa bersalah atas kelakuannya terhadap Pong, keduanya berakhir saling bantu untuk medapatkan pujaan hati masing-masing. Tapi May Who, seseorang yang tidak bisa menyentuh orang yang ia suka, tentu butuh perjuangan lebih. Jatuh cinta bagi May ditunjukan sebagai sebuah kesalahan. Namun Pong berusaha menunjukkan sebaliknya; Bukankah mereka yang jatuh cinta, tentu bisa menerima kekurangan pujaan hatinya? :)

Kedekatan mereka yang "ini friendzone banget sumpah" membuat penonton akan bermuara pada perasaan yang sama, mereka adalah couple paling cocok di sini. Meski memang sedikit what-a-hell karena beberapa adegan menyebalkan khas Thailand yang bikin kami sebagai penonton ingin lemparin tv.

May dan Pong
Secara keseluruhan, film ini lucu banget dan menghibur. Setiap kubu punya keunikan masing-masing. Tim kutu buku yang kerjanya cuma belajar, ga kuat liat ekpresi mereka. Atau Tim Cantik (cheerleaders) yang ga suka orang lain deket-deket Fame. Semua kelakuan fansnya Fame emang bikin ketawa. Guru-gurunya juga gokil, gamau ketinggalan ngefans sama Fame :'v

Aku sangat suka endingnya. Mempermainkan perasaan penonton untuk memilih antara May-Fame, Pong-Mink, atau May-Pong. Greget nontonnya juga. Bagian ujung filmnya mendramatisir banget, tapi tetep masih bisa buat ketawa, dan .... pokoknya ... aku rekomen banget film ini buat hiburan.

Karakter favorit aku sudah jelas Pong. Well yeah, meski lebih ganteng Fame, tapi Pong punya daya tarik tersendiri. Karakternya kuat banget di film ini. Mengemas karakter Si Maniak Gambar dalam sesuatu yang terlalu manis untuk digambarkan. Apalagi dia ponian. HAHAHA. Maka, aku paling suka adegan ketika Pong menggambar untuk May di depan pintu kamarnya. Mendadak air mukanya manis banget :') Dan bagiku, itu adegan paling bikin baper.

Ponimu bang;-;
Lucu banget bagian 2 :')
Setelah film selesai, kita masih terbawa suasana bapernya. Apalagi ada yang sampai nangis nontonnya :v Crispy roll yang disediakan Alma, si tuan rumah, abis setengah toples sama aku (karena aku ga bisa biarin makanan terbengkalai). Dan tiba-tiba Hasna teriak "Zah, the power of orang caleuy" dan itu antiklimaks, aku ketawa ngakak banget.

Mungkin hanya kami yang tau dimana letak lucunya :)
Share:

2 komentar:

  1. Ciee ada nama aku wkwk.. Crispy Roll jugalah hahaha ngakak..
    Good Job zah, tulisanmu bagus :)

    BalasHapus
  2. Cie ditulis namanya ciyee. Wkwk tengkyu anonkuh:*

    BalasHapus