Jumat, 18 Maret 2016

23 Days : Antara Takdir dan Teka-teki


Fantasteen : 23 Days
Mungkin kamu sudah menyimpulkan sendiri: dunia tidak selalu ramah kepada manusia istimewa. Orang-orang berotak tajam yang berani menyuarakan apa yang dipendam orang kebanyakan. Sejarah mencatat, tidak sedikit dari mereka yang lantas diburu, bahkan meninggalkan dunia dengan tidak wajar. Kesepian harus mereka telan dalam sunyi.

Hal itulah yang dialami Riana. Kemampuannya menerawang bahaya membuatnya dikatai “FREAK” oleh anak-anak sebayanya. Padahal, Riana hanyalah gadis biasa yang butuh teman bicara tentang soal-soal sepele. Sesepele impiannya jadi komikus, atau permainan gitar Sebastian yang menurutnya keren.

Suatu hari, sesosok teman muncul dalam wujud El. Tiada yang tahu identitas maupun masa lalu anak itu. Namun, kehadiran El membuat hari-hari mereka tidak lagi sepi. Wajah Riana mulai dihiasi kebahagiaan, sampai dia tahu, bahwa El adalah malaikat kematian, yang bertugas mengantarnya pulang dalam waktu ... 23 hari.

***

Well, itu sedikit sinopsis dari novel keduaku. Novel ini sebenarnya terbit sudah lumayan lama, pertengahan 2015 lalu. Tapi tidak ada kata terlambat untuk nge promosiin novel sendiri. HAHAHA. Oke.

Adalah El, tokoh utama dari novel ini, malaikat kematian yang akan mencabut nyawa Riana. Awalnya El biasa aja jadi temen yang ngikutin dan memerhatikan Riana di sekolah. Meski mungkin satu sekolah takut kepada Riana yang dianggap "membawa masalah" di sekolah mereka. Tidak mudah menjadi "genius" yang memiliki indera keenam. Tapi hey, El sudah berpengalaman. Ini misi ke sekiannya. Itu hanyalah masalah "kecil" bagi pencabut nyawa sekelas dirinya.

Tapi sialnya, itu adalah masalah kecil yang mengubah hidupnya.

Ada banyak hal yang membuat El tertarik kepada freak-nya Riana. Well, meski freak, tapi Riana jenius. Meski nada biacaranya kekanak-kanakkan, tapi dia selalu punya sudut pandang yang jujur dan berbeda.

Niat El menjadi teman satu-satunya Riana di sekolah mungkin terdengar tulus bagi Riana. Tapi bagaimana dengan El sendiri? Kali ini dia tak bisa membohongi dirinya. El galau, jika Riana tidak mati tepat pada waktunya, maka dia yang akan mati.

Ini adalah novel tentang takdir dan memaafkan. Dan selama 23 hari, takdir El soal mimpi buruk yang tak pernah hilang. Soal masa lalunya yang terlupakan. Soal kesakitan ia di masa lalu ... sedikit demi sedikit terungkap. Jengjengjeng ...

Aku nulis novel ini sekitar setengah tahun, dengan 3 bulan aku diemin doang. Jadi mungkin aktifnya 3 bulan lah, itu juga dengan puluhan kali stuck, gemes antara ingin selesain dan males nerusin. Dan memang lebih banyak males nerusin

Penerbitan novel ini cukup bentar, dan menurutku itu bentar banget :' Bulan Januari 2015 aku kirim, Maret 2015 diterima, pertengahan 2015 udah terbit. Aku sampai terharu waktu tau kalau terbitnya cepet banget :') Dan di akun twitter Mizan, novel ini pernah jadi rekomend kedua! Kedua men! Setelah novel Dilan Pidi Baiq. Ini jelas membuatku sedikit belbahagia :'v

Aku mikir jalan cerita ini keras banget, bikin sekian skenario yang menurut aku bagus, kemudian aku sambung-sambungin jadi satu. Novel ini isinya teka-teki. Awal-awal pembaca akan susah memahami karena aku puter-puter cerita dan bahasanya. Tapi semua itu akan bermuara pada akhirnya,meski banyak pembaca tetap aja pusing.

Semoga kalian terkejut dengan jawaban-jawaban yang tentu saja takkan diduga.

Dari keseluruhan cerita, aku suka bagian epilog. Ngebayangin epilog itu kayak aku ada di suatu tempat yang penuh dengan taman yang indah banget. Aku buat epilog ini spontan banget dan penuh penghayatan, jauh dari apa yang aku rencanain sejak awal. Hampir semua orang yang udah baca novel ini, langsung ngomentarin endingnya. "KENAPA ENDINGNYA GITU?" dan aku seneng banget kalau ditanya kayak gitu. Karena mereka labil harus seneng atau sedih pas ending, padahal endingnya ga aku gantung.

Tokoh yang paling aku suka disini adalah ... Kay. Temen-temen cewekku juga akan setuju dengan ini. Kay ini cowok ponian (iya, harus ponian) yang jadi teman pertama El di sekolah (bahkan sebelum El ngobrol sama Riana), yang diam-diam suka dengan El. Aku buat tokoh Kay semanis dan sekece mungkin untuk dibayangin. Sampai ending, aku ga bisa move on dari Kay. Dan tiap kali aku baca ulang novelku, aku kembali jatuh cinta sama cowok ini.

Untuk rencana novel selanjutnya, aku lagi ingin buat novel di luar Dar Mizan. Ingin nyoba Gramedia, Bentang Pustaka, atau Republika. Ingin buat sesuatu yang ... lebih dewasa mungki. Dan aku nantang diri aku sendiri untuk buat novel romansa remaja tapi ga picisan. Entah akan seperti apa hasilnya. Sebenarnya kemarin ada naskah friendship jalan dua bab, tapi aku berhenti karena aku ngerasa gagal ngerancang storyline. Memang susah jadi perfeksionis.

Ralat, bukan perfeksionis, aku hanya ingin menampilkan yang terbaik ;)

Mungkin cukup sekian dan terimakasih.

Judul  : 23 Days
Penulis : Azizah Amatullah
Penerbit : Dar Mizan, 2015
Cover / halaman : softcover / 168 halaman
Harga : 39.000
Share:

1 komentar: