Rabu, 17 Mei 2017

[Puisi] Salju

Turkey in Winter (source : skylife)
Ada luka di sejauh garis horizon yang erat memelukmu.
Mengadu intensitas dalam lanskap waktu itu.
Kita ini sekonsep niskala kah?
Kau ini hanya khayalku, apa asa itu bertebaran di langit tanpa tuju?

Maka, sia-sialah rindu kita.
Memberi aku ruang untuk berhenti percaya.
Lalu patah rantingnya, jatuh saja.
Seperti patera jingga dan September yang membuat aku jatuh cinta.

Kamu,
aku tau ini musim panas, tapi aku dijebak salju hari ini.
Hanya hari ini.

Kedinginan,
İza | 15 Mayıs '17 

Citrus 2.0

Alhamdulillah, alhamdulillah. Semua ujian kelas XII udah selesai. Mulai dari US, USBN, UN, hingga SBMPTN. Alhamdulillah ...

Hari ini, aku mau serius nge-blog lagi. Ada beberapa perubahan yang aku buat dengan blog ini. Ada beberapa postingan yang meski ga aku hapus, keberadaannya sudah ngga ada lagi karena aku kembali jadikan draft. Aku emang ga bisa lepas dari kenangan, tapi bukan berarti aku harus nunjukin semua kenangan aku ke publik kan ?:)

Ga semua sih, meski memang, masih banyak postingan ga jelas di blog ini dari tahun sekian dan sekian, menurutku ga usah aku hapus. Ini untuk menunjukkan setua apa aku blog aku sekalian liat progress menulis aku dari tahun ke tahun. Blog ini tua anget serius, aku buat ini kelas 5 SD dan sekarang aku sudah melepas titel pelajar aku menjadi camaba alias calon mahasiswa baru. Masih camaba, belum nemu jodoh:"

Jadi Alhamdulillah, ini Citrus 2.0 aku dengan segala perubahannya. Ada beberapa naskah yang aku janjiin buat post tapi ga aku post memang, maafkan Zizah:" Ada banyak alasan (selain malas) kenapa aku ga nulis blog yang aku janjiin. Kayak pameran kelas, cerpen ini-itu, dan lain-lain. Di draft aku juga ada beberapa yang aku siapin judul sih, kayak aku mau nge-review anime Your Name, tapi ga ah maafkan :')

Tapi insya Allah, setelah hari ini, aku mau rajin posting lagi, aku harap lebih rajin dari dulu. Aku harap tiponya berkuarang. Haha.

Selamat menikmati Citrus 2.0, blog camaba :)

Kamis, 05 Januari 2017

[Puisi] Kepada Senja

Untuk; senja yang berjalan mundur.
dari aku; malam yang diam di tempat.

Aku tuntut bodoh dalam setiap nelangsaku.
Bukan kamu.
Meski kamu sama saja,
Mengelabu dalam lembayung magrib,
Menanti subuh.
Dan aku?
Mungkin yang paling bodoh.
Menanti kau di antara bintang hingga aku terlalu malam menjemputmu.
Kau lelap, sampai pagi.

Selamat siang.

Lelah,
Hari 4, 17:16

Aku sakit.
Oke. Mungkin ini sakit lahir batin, tapi aku berusaha untuk ga galau. Kalau galau sakit aku lama. Jadi secara batin, aku hanya futur, melemahnya iman:'' tengkyu buat @cantikahanah yang udah koreksi ejaan aku. Terimakasih :) <3
Puisi ini didedikasikan untuk Tuan yang takkan mengerti puisi ini.

Tuan, kenapa harus pagi?
Jika malam kau bisa kembali. Pulang.