Minggu, 27 November 2016

[Stalking] Wibu adalah Hasil Didikan

Warning. Postingan ini berisi bully-an terhadap Hasna

Sebelum aku buat pameran part 2, aku mau buat selingan curhat yang ga guna, sama ga gunanya kayak curhatan aku yang lain.

Yak, jadi pekan lalu aku menghabiskan malam mingguan aku buat nge-stalk beberapa akun facebook. Biasanya aku ngestalk orang pakai gugel. Tapi hari itu aku kebetulan aja buka facebook aku yang udah buluk. Aku juga ga begitu paham kenapa aku senang sekali melakukan pekerjaan sia-sia ini. Tapi serius deh, ngetawain orang di facebook itu sama sekali bukan ide buruk.

Lewat jam 10 (hampir jam 11), aku lagi chat Line on PC sama Hasna. Aku lagi iseng stalk fb seorang cowok lalu aku screenshoot dua foto jaman alay (baca: masa muda) dia dan paste ke room chat kami berdua.  "Lagi ngestalk siapa cik?" aku nanya. Hasna nyebut sebuah nama dan langsung tepat. Mungkin karena muka dia ga banyak berubah.

(Btw, aku ga ngestalk doi, plis. Karena ngestalk dia jauh lebih gaguna.)

"Lucu pisan yg pertama :""" Hasna berkomentar dan langsung aku iyakan.
"Lucu2 ih. Tar aku ss lagi."
"Ga ngestalk fb aku zah?"
"Ngapain ngestalk Hasna?"

Tapi aku kepo fb Hasna. Se alay apakah dulu Hasna? Setelah 6 foto aku ss dan share, akhirnya aku beralih pada akunnya dia. Ternyata ngestalk dia di malam minggu adalah sesuatu yang menghibur :)

Aku langsung ss dan kirim dua foto dia waktu SMP, yang lagi caleuy, meski aku tau  dia sampe sekarang juga emang caleuy. Aku ngestalknya ditemani langsung oleh pemilik akun, jadi dia juga sambil liat-liat akun dia isinya apa aja. Dia bangga sekali dengan salah satu masterpiece zaman kelas 9 yang terupload di sebuah album.

Ternyata Hasna beneran cewek :)
Setelah itu aku langsung scroll aga ke bawah. Ngestalk orang lebih enak dari awal. Biar bisa lihat perkembangannya. Tapi belum nyampe bawah juga aku udah ngakak :(

Why has?:(

Dan aku ketawa beneran pas tau Hasna adalah wibu semenjak dia duduk di bangku SD, masih menggunakan seragam merah-putih. Suilt diduga :')

Anak SD, oh God xD
... dan berlanjut hingga dia SMP.

Tahun 2012 aku mikirin apa ya? :'
Setiap kali aku menemukan sesuatu yang menarik, aku ss terus paste di room chat dan aku bilang "ngakak plis" atau "wibu banget sih has" atau "kenapaa?:(" karena emang ngakak banget, lalu dia pun syok karena dia merasa lupa pernah melakukan dan memposting hal-hal idak berguna seperti itu. Mungkin dia amnesia dan ingatannya baru dimulai sejak dia masuk SMP.

Ngomong-ngomong, mungkin agak salah dan menyimpang ya dalam penggunaan kata wibu. Jadi wibu di sini bukan wibu yang weeaboo kok. Aku dan Hasna cuma seneng pake kata wibu sebagai pengganti kata "otaku". Karena kadang, meski menyenangkan, menjadi otaku itu bagian dari sesuatu yang freak di kalangan masyarakat normal. Sama halnya menjadi wibu di tengah otaku. Dan kami berdua (terkadang) adalah normal:)

Menurut reddit weeaboo itu artinya gitu
Sepanjang malem ya aku ketawa aja. Terus aku nyadar kalau Hasna memang suka latihan gambar anime dari kecil, makanya gambarnya bagus sekarang. Aku aja baru serius gambar kelas 11--makanya biasa aja gambar aku mah.

Terus aku nemu foto-foto dia yang lucu, waktu kecil wkwk. Aku langsung chat, "kamu waktu kecil lucu has" dan dia syok pas tau foto itu belum ke atur privasinya. Ada juga foto-foto dia pake kerudung merah, gatau kenapa dia mah baru keliatan Arab kalau ga pake kerudung yang biasa. Pas pake kerudung merah yang arab banget mah:'

Setelah ngestalk banyak di akun Hasna--yang isinya banyak banget gambar animenya--aku menyimpulkan bahwa wibu adalah "penyakit" turunan. Jadi kalau kamu punya kakak otaku, maka kamu akan otaku juga. Aku berterimkasih pada diriku sendiri karena aku nonton anime ga pernah ngajak adik. Aku cuma rekomen beberapa anime bagus yang aman ditonton adik aku. Aku ga parah-parah amat kayak Hasna kok :))

Yea well. Setelah pelaporan dan penghinaan aku yang cukup banyak itu, Hasna langsung tutup akun. Karena dia males kalau satu-satu pengaturannya diubah. Padahal kan sayang ya, buat kenang-kenangan.

Sori, aku emang susah lepasin kenangan :(

 Beneran tutup akunlah.
Setelah itu, aku ingin ngestalk diri aku sendiri, tapi sulit. FB aku pernah rame banget, jadi emang banyak banget isinya. Gakuat, sampe ngehang aku nge-scroll. Tapi yang jelas, aku ga wibu kayak Hasna kok pas SD mah. Di fb aku cuma ngeluhin kapan aku bisa jadi penulis, aku nge-stuck gara-gara ga ada ide, atau keluhan lainnya tentang kapan buku aku terbit:' Banyak ngeluh kan? Iya apal. Aku pake ava anime aja cuma dua kali. Aku emang suka gambar anime nya aja, ga nonton apapun. Aku cuma nonton Detective Conan aja kok :) Tapi nontonnya dari TK.

Agak beda memang wibu aku dan Hasna mah. Dia emang punya kakak-kakak otaku, aku mah anak pertama, ga tau anime aku mah wkwk. Yah, meski begitu, aku dari kecil suka banget budaya dan bahasa Jepang. Makanya aku punya buku tentang bahasa Jepang dan kamus Jepang.

Tapi lebih wibu Hasna daripada aku. Sip.

Jumat, 18 November 2016

Pameran 2016 (Part 1) : Dua Pekan Bersama Totem

Salah satu tugas akhir seni budaya kelas XII di sekolahku adalah membuat pameran kelas, dimana kita memamerkan potret diri, lukisan, dan hasil tangan lainnya.  Pameran ini terlaksanakan pada Sabtu, 12 November kemarin. Jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang digelar Desember atau awal tahun semester genap. Setelah pameran biasanya ada perkusi, jadi harus makin pinter ngatur waktu:'

Persiapan pameran ini sudah cukup lama sebenarnya. Tapi emang baru nampak sibuk seminggu atau dua minggu terakhir. Ketuanya Gaby dan wakilnya Dickys. Di proyek ini posisi aku ga jelas sebenernya. Secara struktur aku ini tim kreatif, tapi aku merasa kalau aku ga bantuin apa-apa wkwk.

Emang kita (tim kreatif) cuma banyak kerja di awal. Kita diskusi tentang tata kelas. Ini mempermainkan ketelitian dan kesabaran banget. Karena kelas kita sempit banget, tapi kita ga boleh keluarin meja, kursi, dan loker. Maksimal satu meja dan dua kursi (untuk registrasi). Bayangin aja, dari papan tulis ke meja cuma jarak 2 atau 3 ubin, dan belakangnya mentok (pas banget untuk meja-kursi 38 orang + meja guru + loker dua). Kurang sempit apa? :( Kita juga yang nentuin temanya dan dekorasi apa aja yang bakal dipake. Jadi kita ambil tema Star Wars dengan tema dekor galaksi. Karena kelas kita punya DJ bernama Sultan, jadi kita manfaatin dia buat ngeramein pameran. Biar haceup katanya.

Pas udah dibagi divisi untuk dekorasi pameran, maka berakhirlah tugas kita. Kita jadi sibuk sama tugas divisi. Ada divisi lantai, tirai, gantungan langit-langit, dan semacamnya. Karena aku suka sesuatu yang berbeda dan menantang, aku masuk divisi totem (karya 3D). Selain emang dua temenku di sini sih. Jadi emang tiap kelas harus punya totem masing-masing dan harus gede, kata guruku sih ini pengganti tugas individu 3D.

Koor divisi totem dipegang Hasna (maafin kalau bosen aku nulis Hasna terus). Dia ambis sekali buat patung Darth Vader dari kawat-kawat dan busa hati. Aku yang turun pangkat dari tim kreatif jadi anggota divisi mah nurut-nurut aja. Keliatan ga masuk akal sama sekali pada awalnya (karena serius, kita hanya berpikir rencana ini dengan logika tanpa banyak rencana dan ga liat tutorial apapun). Anggota divisi ini pun dipenuhi cewek-cewek dan hanya ada satu cowok.

Then, kita tentukan modelnya. Bakal setinggi apa patung ini? Aku pikir satu meter aja udah terlihat rumit, tapi ini jauh lebih menarik. Kita pake anak kelas jadi modelnya, namanya Gagah. Aku rada ketawa aja sih karena aku pikir Gagah terlalu kurus buat jadi model. Tapi aku sih oke, gapapa ngehemat kawat. Tingginya juga lumayanlah, sekitar 166 cm. Tapi aku makin mikir, hasilnya bakal kayak apa ini totem :'

(Alert. Mungkin curhatan ini nantinya akan terkenal sebagai artikel "Cara membuat patung Darth Vader dari kawat-kawat".)

Kita buat sketsa dulu awalnya. Kayak lagi buat sketsa gambar manusia. Nah, garis-garis itu yang direalisasikan dalam bentuk kawat. Kita beli yang 2 mm cuma dikit, soalnya ada yang bakal nyumbangin kawat tambahan, lebih tipis, mungkin sekitar 1 mm. Enakan pake yang 2mm, tapi susah dibentuk dan dipotong, jadi 1 mm juga udah lumayan kok. Buat penyangganya kita pake dua tongkat pramuka (tinggi dari bahu sampe kaki). Lalu tambahan kayu untuk bagian bahu. Untuk bagian bawahnya kita pake panggung kecil dari dupleks gitu yang dibuat seimbang sama kaya-kayu. Ini kerjaan cowok sih maku dan motong kayu mah, bagiannya Iki.

Lalu kita ukur anggota tubuh modelnya. Dari ukuran pergelangan tangan, panjang lengan, panjang bahu, panjang paha, panjang betis, lingkar dada, pokoknya semuanya lah ya. Kesalahan kita dalam ngukur adalah kita lupa mana inchi mana cm, jadi pas selesai ngukur agak bingung, berantakan. "Ini serius cuma 7 cm?" / "Hah masa we. Aku aja lebih. Inchi mereun?" / "Ohiya." Ya semacam gitu. Kadang inchi aneh dan cm aneh, terus kita improve aja.

Sketsa dan ukuran-ukuran tubuh yang gatau deh itu inch apa cm.
Nah, hasil pengukuran-pengukuran tadi, dibuat kawatnya, lalu disatuin pake lem tembak. Hingga persis kayak sketsa badan. Setelah dilem dan jadi "sketsa" dengan kawat, kita pakein koran. Dilapis gitu. Biar punya efek "lebih gemuk dari aslinya" wkwk gadeng. Dan begitulah badan terbentuk. Kepala mah pikirin aja entar.
Belum dilapis lagi ini mah
Setelah dilapisin koran-koran itu. Kita lapisin kain. Karena kita gamau ribet dan sama sekali tidak cewek, kita lem tembakin aja semua. Mana ada ngejahit mana ada. Mungkin lebih dari 20 lem habis buat bikin totem ginian.

Macam apa coba:(
Untuk armor di tangan, bahu, dan sepatu, kita pake busa ati warna hitam. Kita juga buat perlengkapannya dengan kardus dan styrofoam lalu dicat pake cat tembok (cari aja cat yang paling murah).

Kita ngerjain ini semua dengan berkorban seminggu terakhir kita yang harusnya pulang jam 4 malah ngaret sampe maghrib. Yang kerja "beneran" sebenernya cuma 4 orang, makanya agak lama. Aku paham kalau mungkin mereka ga paham sama rencana Hasna, karena biasa dengan keteraturan. Jadi harus jelas apa-apa yang harus dibuat dan bagaimana rencana selanjutnya. Sedangkan aku, Hasna, Alma, dan Iki bodo amat soal keteraturan, yang penting bagaimana caranya supaya totem ini bisa jadi kayak Darth Vader.

Oh iya ngomong-ngomong, karena kita pulangnya maghrib, kita (yang ngerjain macem-macem) suka bikin "percobaan" dengan menghitung koordinat (x,y) ubin patung ini, yang emang sengaja di simpen depan pintu. Rencananya sih biar ngagetin orang yang dateng pertama. Kita juga nulis di papan tulis koordinat patungnya beserta tulisan "Yang dateng pagi tolong hitung koordinat Darth Vader". Dari beberapa kali percobaan, ada yang memang ga berubah, ada yang berubah satu ubin (tapi aku pikir salah ngitung), ada yang Darth Vadernya jatuh.

Bisa banget :)
Balik lagi soal totem tanpa kepala ini. Dan memang, bagian yang paling sulit adalah pas ngerjain kepala. Kita ga punya ide sama sekali buat kepalanya. Tapi kebetulan, ada yang mau beli topeng Darth Vader, jadi kita bisa pake satu buat mukanya. Tapi gimana buat kepalanya?:(

Yaudahlah, da kita mah makhluk-makluk penuh improve.

Waktu topengnya udah ada, kita coba lakbanin (karena ga mungkin di lem, ngerusak) dengan kawat-kawat sehingga akhirnya ia menjadi kepala. Puas dengan hasil kawat-kawat di kepala, kita besokin pekerjaan, karena udah malem juga.

Besoknya, pas H-2, muncul kasus, lem tembak ilang dari kelas. Laporan terakhir bilang kalau itu dibawa salah satu anak kelas yang hari itu ga masuk. Kasian koor aku udah nangis gara-gara kesel:' Akhirnya dia kembali seperti semula setelah dapat pinjaman lem tembak dari kelas IPA 4. Tapi sial, lemnya ga ada. Kayaknya dibawa juga. Jadi ya aku sibuk aja nyari lem, mengulur-ngulur waktu sampe yang bawa lem tembaknya dateng.

Mungkin gara-gara Hasna lagi emosi, kita jadi sedikit ga fokus ngerjainnya. Itu adalah hari di mana aku (yang udah profesional pake lem tembak) kena luka bakar di jari, yang sampai hari ini bekasnya masih ada.

Kita mulai lapisin pake koran. Dua kali percobaan gara-gara Hasna masih di luar kendali. Karena busa hatinya sudah habis dan bakal susah juga ngebentuk bulat kepala, kita cuma pake busa hatinya dikit, lalu lapisin pake kain. Udahlah ini mah dihijab aja lah gapapa:' Tapi kita baru bener-bener nempelin kain di kepala Darth Vader pas H-1.

H-2, Gaby berfoto bersama Darth Vader yang kepalanya budug:(
Waktu H-1 kita pakein kain di kepala dan melakukan banyak perbaikan dengan jarum pentul dimana-mana, malah jadi kayak nun. Valak :( Di situ juga kita akhirnya finishing. Rapihin sana-sini, cat bagian panggungnya, pokokny sekitar 97% selesai. Yang agak susah itu buat totemnya berdiri tegak. karena emang ga kuat nopang berat panggungnya. Harusnya nambah kayu atau mungkin semen biar bisa berdiri tegak.

Suasana H-1 yang menyuramkan
Caleuyku
Aku lupa ga foto-foto sama Darth Vader pas hari H nya wkwk. Tapi di hari H kita ga bikin banyak perubahan kok, cuma motong bahunya supaya ga terlalu bidang. Benerin kepala (yang emang susah banget). Lalu kasih lampu senter gitu, biar lucu :))

Begitulah dua pekan aku bersama totem dan kesibukan pameran kelas. Next post aku mau cerita keseruan pas hari H :)

Senin, 14 November 2016

Hobi Tapi Mahal : First Time Pake Cat Minyak

Bagi aku, pelajaran seni rupa adalah satu-satunya pelajaran yang ga banyak mikir keras. Sekalinya mikir juga seneng ngebayanginnya. Enjoy banget. Meski gambar aku ga bagus-bagus amat, tapi seni rupa ini termasuk pelajaran favorit. Rasanya tuh kayak, finally I'm freedom. Ngomong-ngomong, meski aku pernah suka seni musik dan belajar bertahun-tahun, aku ga bisa seenjoy ngegambar. Ngegambar itu bagi aku kayak ngelepas beban. Sangat "Me Time" sekali.

Semester ini, di kelas XII, seni rupanya adalah menggambar potret diri dan melukis bebas. Aku excited banget setiap melukis, padahal lukisan aku biasa aja, jelek malah. Nantinya lukisan-lukisan ini bakal di pamerin di pameran kelas. Ini kelima kalinya aku melukis di atas kanvas seumur hidup. Pertama kali pake cat air waktu kelas 1 SD, tiga lainnya pake cat poster selama SMP-SMA. Yang terakhir ini aku nyobain pake cat minyak. Alasannya sih karena aku bosen sama cat poster dan Hasna--partner gambar aku--juga ngajakin cat minyak (dia masih sisa banyak), kalau cat air ga punya uang :'v (target aku beli cat air inginnya Sakura KOI watercolor). Alasan lainnya adalah cat minyak itu susah kering, jadi bakal gampang nyampur warna, tapi butuh kesabaran.

Aku dan Hasna adalah dua makhluk di kelas yang paling semangat buat pelajaran melukis. Kita bikin satu tema. Karena kita berdua gamau gambar manusia (tar takut malah anime banget), dan gamau ngelukis pemandangan, kita memutuskan untuk menggambar hewan. Susah sih, tapi itu yang menarik. Kita bikin konsep sendiri dan ga niru lukisan lain buat bikin konsep kita. Kita melukis hanya untuk kesenangan belaka, bodo amat kalau jelek. Jadi akhirnya kita nge sketch sebelah-sebelah muka. Aku bagian kanan, menggambar serigala (hewan favorit sepanjang zaman), dia bagian kiri, gambar harimau. Mata serigalaku berwarna merah (seperti background dia), dan mata harimau dia biru (seperti background aku).

Calon sketch yang masih budug
Hampir semua pemula menghindari cat minyak, aku tahu. Temen sekelasku sendiri ga ada yang nyoba cat minyak kecuali aku dan Hasna. Mereka larinya ke acrylic, karena hasil acrylic itu bagus banget. Mudah diatur kayak cat poster, tapi warnanya ga terlalu mencolok dan hasilnya juga ga licin. Keringnya juga ga selama cat minyak dan ga secepet cat poster.

Aku memutuskan beli cat minyak paling murah, kelas C (kelas studio). Merk Maries, ini semerk sama yang punya Hasna. Harganya lumayan :' 49500. Jauh lebih mahal dibanding cat poster yang biasa aku pake. Hasna beli beberapa tahun lalu harganya 35000. Ternyata cat ini lebih gampang kering dari yang aku duga. Kesalahan aku adalah ga beli pengencernya, jadi agak boros.

Untuk kuas, aku pake merk Lyra yang round nomor 1 dan 7. Cari yang bagus tapi murah aja aku mah :') Harganya yang no 1 8000, dan yang no 7 15000. Aku juga pake cat no 9 flat yang biasa (yang warnanya putih kayu, dikasih sekolah) dan kuas tembok (minjem punya kelas). Tapi saranku beli yang bermerk semua sekalian, soalnya rambutnya suka rontok, dan malah ngerusak lukisan. Buat bikin efek bulu/rambut lucuan pake flat sih, lebih gampang. Aku pake yang round hasilnya ga memuaskan. Ngomong-ngomong, beli cat putih satuan buat tambahan. Putih adalah warna yang paling cepat habis kalau ngelukis.




Ini namanya kanvas.
Rasanya aneh sih pake cat minyak. Teksturnya lebih halus dan licin dari cat poster, efek minyaknya mungkin. Tapi kalau kering hasilnya lumayan bagus, sedikit mengilap. Keringnya agak lama, sekitar dua atau tiga hari. Salah satu yang nyebelin adalah aromanya nyengat banget. Warnanya juga lumayan bagus. Karena keringnya agak lama, enak dipake buat nyatu-nyatuin warna, buat gradasi. Belajar dari kesalahan aku melukis sebelum-sebelumnya, aku melukis dengan santai dan sabar. Kalau salah, aku harus nunggu kering dulu sebelum aku tumpuk warna lain.



Belum finishing. Budug yah:'v
Dan setelah digabungin hasilnya ga begitu jelek.

Taraa.. belum difigurain. Beda tangan beda hasil emang
Begitulah pengalaman pertama aku megang cat minyak. Hasilnya ga begitu bagus, tapi aku cukup puas :)

Bulan Bahasa #411 Edisi Baper

Aku ingin buat banyak banget liputan Bulan November ini. Tapi belum terlaksana juga karena kesibukan yang "dipaksa sibuk" atau "pura-pura sibuk." Mungkin akan aku coba cicil:'

Jadi, ketika Jakarta dilauti oleh pendemo #411, sekolahku juga menjelma laut bersama batik dan kebaperan. Aku sempet berpikir kalau ga pantes sih, ketika orang lain demo membela agama, kita di sini asik sendiri dengan musik-musik atau rencana-rencana pemeran kelas. Buat liputan pameran kelas, bakal aku posting juga nanti.

Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, banyak sekolah yang memang ngadain event seru-seruan bareng. Berhubung sekolahku memang banyak event, acara ini juga terlaksana sebagai rutinitas tahunan. Biasanya sih akhir Oktober sudah terlaksana, tapi karena beberapa hal, akhirnya acara ini mundur sampai awal November dan terlaksana dengan sempurna 4 November 2016 kemarin.

Tahun ini judul perayaannya sedikit ga banget, "Bulan Bahasa Bikin Baper". Salah satu program acara dari OSIS-nya juga kirim surat cinta, dan disambut sangat baik oleh seluruh murid. Jadi beberapa hari sebelum acara, OSIS udah nyiapin kotak surat, dimana kita bisa menyimpan surat yang harus mencantumkan nama dan kelas yang dituju di amplopnya. Kemudian surat-surat itu akan dibagikan pada acara Bulan Bahasa.

Rata-rata emang cuma kirim surat iseng kok, atau saling kirim surat sesama temen biar ga keliatan jomblo banget. Atau bisa kiriman sahabat satu organisasi yang saling menguatkan. Tapi banyak juga yang emang manfaatin momen ini buat modus, temanku juga ada sih yang kayak gitu.

Pengumuman bilang bahwa kita harus datang maksimal pukul 6.45, seperti jadwal sekolah biasa. Tapi sepertinya yang telat juga ditolerir, karena Gaby--teman sekelas, masih bisa datang dengan selamat pukul 8.

Acaranya banyak banget. Karena kelasku di atas, aku bisa menikmati keramaian dari atas. Banyak stand-stand makanan kelas berjejer. Tahun ini, nama stand-nya negara-negara. Ada Inggris, Korea, Jepang, Indonesia, dan lain-lain. Makanannya banyak banget, ada cilok, oreo goreng, es krim, sate lilit, puding, skutel, ramen, dan entah masih banyak lagi. Harganya juga murah-murah. Minumannya juga banyak banget ya ampun. Jadi saran aku, sebelum event kayak gini banyakin nabung, uang kalian bisa terkuras habis.

Perlombaannya juga banyak, mulai dari pemilihan Mojang-Jajaka (Moka) sekolah, akustik, anagram, musically lagu anak, photogenic, dan .. aku gatau lagi wkwk jujur aja. Apalagi kelas XII ikut lobanya terbatas, ga bisa terlibat banyak. Tapi yang jelas masih banyak lagi.



Sebenernya, buat yang ga ikut lomba, acara ini akan nampak geje banget. Tapi aku menikmati kok. Ini momen yang pas buat kumpul sama temen-temen beda kelas, foto bareng di photobooth. Event kayak gini emang selalu ditunggu-tunggu (karena ga belajar). Karena ga boleh masuk kelas, jadi ya kita mengikuti prosedur acara. Di lapangan memang ada tampilan akustik kelas 10 sampai kelas 12 (setelah acara pemilihi Mojang-Jajaka).

Mungkin karena penat sama pelajaran, kelas aku (XII IPA 6), manfaatin acara akustik dengan melepas lelah. Jadi waktu itu, beberapa cowok anak kelasku bawain lagu 3 lagu (meski cuma disuruh 2 lagu, mereka banyak nawar emang). Lagu yang terakhir paling aral, bawain Kopi Dangdut terus nyawer uang, lalu mereka pun ricuh:( Aku mah nonton aja sambil ketawa-ketawa dari atas koridor masjid (kalau aku di bawah, aku takut aku terinjak-injak sama aksi anarkis).

Di foto ini ada doi.
Karena aku ga tau mau ngapain, aku mau menyibukkan diri dengan mengerjakan pameran kelas. Entah karena kelas XII sudah "senior" atau memang karena banyak tugas yang butuh kelas, kita bisa dapat kunci kelas dengan gampang (asal memang butuh banget, bukan cuma gara-gara di luar mah gabut).

Menjelang siang, surat cinta dibagikan. Lalu sekolah pun ramai dengan seruan "IH AKU DAPET SURAT" lalu semua orang kepo itu surat dari siapa. Lalu mulailah baper-baperan terjadi di sana-sini. Aku sendiri ngirim satu surat, itu pun gara-gara dipaksa. Sejujurnya aku nyesel ga ngirim banyak. Aku niat ngirim buat temen-temen ekskul aku sebenernya, tapi aku bingung ngasih apa. Ingin sesuatu yang ga pasaran, tapi karena kelamaan mikir jadi ga jadi.

Buat temen aku. Aku ngasih ke osisnya emang pas hari H
Dan aku seneng banget gara-gara aku dapet dua surat:) Yang satu aku tau itu dari yang maksa aku ngirim juga. Yang satu lagi lucu banget. Ini dari ketua mentoring di ekskul aku. Nikita.

Dikasih Niki buat partnernya
Ya pokoknya aku baper baca surat dari dia. Dan semakin menyesal aku gara-gara ga ngirim banyak surat. Apalagi liat raut kecewa beberapa temen aku yang ga dapet sama sekali. Padahal aku bisa ngirim banyak, setidaknya menyenangkan hati mereka. Aku juga ingin berterimakasih atas banyak hal ke banyak orang.

Jadi ya gitu, setelah pembagian surat, aku kembali sibuk dengan pameran kelas. Lomba akustik masih terus berputar sampai waktu pulang, sekitar jam 2 lewat. Yea, well, semoga Bulan Bahasa tahun depan bisa lebih rame lagi.