[Puisi] Tentang Hati

Tentang Hati

#1
Hatiku terketuk. Kubuka.

Tangan2 meraihku.
Berbisik;
"jatuh cinta takkan semudah itu"

Lalu mereka berubah dalam tarian yang membuat gila;
"Kau tak pernah bisa memaksaku tuk jatuh cinta padamu"

Aku tersenyum.
Kemudian menangis.

#2
Hatiku terketuk. Kubuka.

Tangan2 meraihku.
Memelukku;
"Perasaan tak bisa membohongi."

Lalu datang membawa pedang;
"Aku akan membuatmu berceceran darah. Lagi."

Aku tersenyum kecil.

Sudah biasa.

#3
Hatiku terketuk. Kubuka.

Aku melihatmu diam. Tersenyum; "Membahayakankah aku?"

Aku harap datang memelukku; "Aku disini untukmu."

Maka aku akan menangis.
Lelah akan tatapanmu.

Terlalu.

#4
Hatiku terketuk.
Masih.

Enggan kubuka,
Dari jendela,
Mataku sembab;
"Apa yang kau inginkan?"

Kau mengalihkan pandangan;
"Jangan berharap akan aku."

Terimakasih.
"Aku masih menyayangimu."

#5
Hatiku sepi. Hari ini.

Aku menemukanmu.
Acuhkanku;
"Tak rindukah akan?"

Aku tawa yang menangis.
Seolah kita tak pernah ada;
"Aku bukan takdir yang bertemu"

Lalu hatiku terketuk.
Aku menuli.

#6
Hatiku terketuk.
Aku hanya pastikan telah terkunci.

Kemarin lusa untuk sebuah kisah terakhir;
"Terimakasih"
"Selamat tinggal"
"Sampai jumpa lagi"
"Aku masih menyayangimu"
"Cukup disini"
"..."

Tapi kau hancurkan,
Segalanya,
Asa itu selalu ada;
"Aku tak mau kau pergi"

Aku putus asa.
Kau tahu?

Tapi aku enggan jatuh.
Selalu;
"Terimakasih"
"Biarlah kita awali dan akhiri ini dengan manis"

Iza.
October | 2015

Yeay. Ini puisi spontanku yang aku selesaikan awal Oktober lalu. Masa-masa itu emang aku lagi banyak nge down gara-gara banyak hal. Entahlah.

Lalu hening.

Aku lagi seneng nulis puisi pendek-pendek. Sekarang sedang mengerjakan proyek nulis "Tentang Engkau", aku sebut proyek karena sebenernya ini bukan puisi, ini diari (meski aku lupa dasar ceritanya gimana). Jadi selama 6 waktu dengan jarak waktu sekian dan sekian, aku curhatin sesuatu hingga jadi satu cerita.

"Tentang Engkau" inginnya sih puluhan part, tapi buat endingnya juga spontan banget, semacam "aku harus selesai hari ini" maka selesailah aku. Yagitu, jadi ga jelas bakal berapa bagian aku buatnya.

Tapi .. seperti biasa, sekian dan terima kasih :)

23 Days : Antara Takdir dan Teka-teki


Fantasteen : 23 Days
Mungkin kamu sudah menyimpulkan sendiri: dunia tidak selalu ramah kepada manusia istimewa. Orang-orang berotak tajam yang berani menyuarakan apa yang dipendam orang kebanyakan. Sejarah mencatat, tidak sedikit dari mereka yang lantas diburu, bahkan meninggalkan dunia dengan tidak wajar. Kesepian harus mereka telan dalam sunyi.

Hal itulah yang dialami Riana. Kemampuannya menerawang bahaya membuatnya dikatai “FREAK” oleh anak-anak sebayanya. Padahal, Riana hanyalah gadis biasa yang butuh teman bicara tentang soal-soal sepele. Sesepele impiannya jadi komikus, atau permainan gitar Sebastian yang menurutnya keren.

Suatu hari, sesosok teman muncul dalam wujud El. Tiada yang tahu identitas maupun masa lalu anak itu. Namun, kehadiran El membuat hari-hari mereka tidak lagi sepi. Wajah Riana mulai dihiasi kebahagiaan, sampai dia tahu, bahwa El adalah malaikat kematian, yang bertugas mengantarnya pulang dalam waktu ... 23 hari.

***

Well, itu sedikit sinopsis dari novel keduaku. Novel ini sebenarnya terbit sudah lumayan lama, pertengahan 2015 lalu. Tapi tidak ada kata terlambat untuk nge promosiin novel sendiri. HAHAHA. Oke.

Adalah El, tokoh utama dari novel ini, malaikat kematian yang akan mencabut nyawa Riana. Awalnya El biasa aja jadi temen yang ngikutin dan memerhatikan Riana di sekolah. Meski mungkin satu sekolah takut kepada Riana yang dianggap "membawa masalah" di sekolah mereka. Tidak mudah menjadi "genius" yang memiliki indera keenam. Tapi hey, El sudah berpengalaman. Ini misi ke sekiannya. Itu hanyalah masalah "kecil" bagi pencabut nyawa sekelas dirinya.

Tapi sialnya, itu adalah masalah kecil yang mengubah hidupnya.

Ada banyak hal yang membuat El tertarik kepada freak-nya Riana. Well, meski freak, tapi Riana jenius. Meski nada biacaranya kekanak-kanakkan, tapi dia selalu punya sudut pandang yang jujur dan berbeda.

Niat El menjadi teman satu-satunya Riana di sekolah mungkin terdengar tulus bagi Riana. Tapi bagaimana dengan El sendiri? Kali ini dia tak bisa membohongi dirinya. El galau, jika Riana tidak mati tepat pada waktunya, maka dia yang akan mati.

Ini adalah novel tentang takdir dan memaafkan. Dan selama 23 hari, takdir El soal mimpi buruk yang tak pernah hilang. Soal masa lalunya yang terlupakan. Soal kesakitan ia di masa lalu ... sedikit demi sedikit terungkap. Jengjengjeng ...

Aku nulis novel ini sekitar setengah tahun, dengan 3 bulan aku diemin doang. Jadi mungkin aktifnya 3 bulan lah, itu juga dengan puluhan kali stuck, gemes antara ingin selesain dan males nerusin. Dan memang lebih banyak males nerusin

Penerbitan novel ini cukup bentar, dan menurutku itu bentar banget :' Bulan Januari 2015 aku kirim, Maret 2015 diterima, pertengahan 2015 udah terbit. Aku sampai terharu waktu tau kalau terbitnya cepet banget :') Dan di akun twitter Mizan, novel ini pernah jadi rekomend kedua! Kedua men! Setelah novel Dilan Pidi Baiq. Ini jelas membuatku sedikit belbahagia :'v

Aku mikir jalan cerita ini keras banget, bikin sekian skenario yang menurut aku bagus, kemudian aku sambung-sambungin jadi satu. Novel ini isinya teka-teki. Awal-awal pembaca akan susah memahami karena aku puter-puter cerita dan bahasanya. Tapi semua itu akan bermuara pada akhirnya,meski banyak pembaca tetap aja pusing.

Semoga kalian terkejut dengan jawaban-jawaban yang tentu saja takkan diduga.

Dari keseluruhan cerita, aku suka bagian epilog. Ngebayangin epilog itu kayak aku ada di suatu tempat yang penuh dengan taman yang indah banget. Aku buat epilog ini spontan banget dan penuh penghayatan, jauh dari apa yang aku rencanain sejak awal. Hampir semua orang yang udah baca novel ini, langsung ngomentarin endingnya. "KENAPA ENDINGNYA GITU?" dan aku seneng banget kalau ditanya kayak gitu. Karena mereka labil harus seneng atau sedih pas ending, padahal endingnya ga aku gantung.

Tokoh yang paling aku suka disini adalah ... Kay. Temen-temen cewekku juga akan setuju dengan ini. Kay ini cowok ponian (iya, harus ponian) yang jadi teman pertama El di sekolah (bahkan sebelum El ngobrol sama Riana), yang diam-diam suka dengan El. Aku buat tokoh Kay semanis dan sekece mungkin untuk dibayangin. Sampai ending, aku ga bisa move on dari Kay. Dan tiap kali aku baca ulang novelku, aku kembali jatuh cinta sama cowok ini.

Untuk rencana novel selanjutnya, aku lagi ingin buat novel di luar Dar Mizan. Ingin nyoba Gramedia, Bentang Pustaka, atau Republika. Ingin buat sesuatu yang ... lebih dewasa mungki. Dan aku nantang diri aku sendiri untuk buat novel romansa remaja tapi ga picisan. Entah akan seperti apa hasilnya. Sebenarnya kemarin ada naskah friendship jalan dua bab, tapi aku berhenti karena aku ngerasa gagal ngerancang storyline. Memang susah jadi perfeksionis.

Ralat, bukan perfeksionis, aku hanya ingin menampilkan yang terbaik ;)

Mungkin cukup sekian dan terimakasih.

Judul  : 23 Days
Penulis : Azizah Amatullah
Penerbit : Dar Mizan, 2015
Cover / halaman : softcover / 168 halaman
Harga : 39.000

[Curhat] Long time no see.

*lihat tanggalan*

Hai semua :) Ini sudah Maret 2016 dan akhirnya dengan mengumpulkan seluruh niat dari jiwa dan raga, aku mau nge-blog lagi. Tentu saja banyak banget perubahan yang aku lakukan pada blog ini, karena akhirnya dengan berbekal sebuah pencerahan yang entah aku temukan dimana, aku sadar kalau aku pernah alay._. Aku kira alay aku berhenti hingga aku duduk di bangku SMP (karena SD aku alay fix parah) dan ternyata aku ilfil ketika liat tulisan aku jaman SMP. OH GOD HELP ME.

Sekarang aku siswi kelas 2 SMA yang berbahagia, dan aku nyadar (atau tepatnya teman-teman menyadarkan aku), kalau aku masih alay. Oke. Mungkin di saat lulus nanti, aku merasa kalau tulisan aku hari ini alay juga. Well, aku harap kalian ga baca tulisan-tulisan alay aku dari SD sampai SMP yang pernah aku tulis di blog, karena aku aja malu bacanya:'

Sejujurnya aku mau banget buat blog baru. Tapi aku ini tipe cewek yang bertahan pada kenangan. Dari jaman dahulu kala aku begitu, makanya kadang emang susah move on/ga. Aku masih nyimpen banyak kenangan dari SD untuk aku tertawakan di SMP, dan tentu saja aku menyimpan kenangan SMP untuk kemudian aku tertawakan di zaman SMA, begitu hingga selanjutnya. Dan emang sayang buat blog baru, melihat rating blog ini tinggi banget dibanding blog-blog aku (yang emang sebenernya ga penting) lainnya.

Perubahan-perubahan pada diri aku kelihatan dari tampilan blog aku. Lebih simpel dan ga berantakan kayak jaman dahulu kala :v Warna backgroundnya biru karena ngga tau mau apalagi. Inginnya merah tapi takut bikin sakit mata. Ingin rada nge-galaksi item pink-merah gitu kan unyu, tapi males nyarinya. Dan yang paling mencolok adalah nama blog yang asalnya alay pake banget : akuituazizah, menjadi lebih simpel dan elegan : amatullahiza.

Kenapa amatullahiza? Karena sekarang itu identitas aku :3 Oke, sejak aku pegang nama pena amatullahiza, aku pakai banyak akun dengan user amatullahiza, kalau memang bersifat umum dan ingin aku tunjukkan kepada pembaca bukuku. Mulai dari email gmail, ask.fm, instagram, twitter, line, dll. Ya bisa cari aja sendiri, aku ga hapal karena emang ga semua aktif.

Aku mulai kesel sama bahasa aku yang sok formal.

Perubahan dari diri aku yang lain adalah, sekarang hobi aku banyak dan random tergantung mood. Ini aku nulis segini banyak karena memang aku lagi ingin nulis. Beberapa jam ke depan aku ga yakin aku punya mood sebesar ini. Hobi random ini yang bikin aku kesulitan milih jurusan. Sejak kecil jelas aku paling suka baca sama nulis--itu bagian hidup. Tapi sedikit demi sedikit terkikis kalau ga mood. Tapi emang bener kata orang, yang namanya hobi itu memang harus dirawat. Karena hobi itu gampang ilang, makanya agak susah juga kalau punya hobi banyak kayak aku *kipas-kipas*

Sejak masuk kelas 11, ketemu temen-temen gila gambar, aku jadi seneng gambar, ikut-ikutan challenge gambar apa gitu. Dari kecil aku suka gambar tapi memang ga diasah. Sampai sekarang aku jadi rajin bawa sketch-book ke sekolah--meski ga gambar yang penting gaya. Dan karena memang aku ga suka nyatet, buku rangkuman yang memang sengaja aku cari yang lembarnya polos juga aku gambarin. Ini yang buat aku ingin jadi animator, ingin banget. Apalagi aku suka banget sama film animasi dari aku kecil.

Hobi fotografi aku rada ilang karena suatu hal yang ga bisa aku ceritain *nangis*. Ngga deng. Karena kamera aku rusak dan aku ga punya uang beli baru *nangis beneran*. Namun yah, gara-gara aku bertemu seseorang--ehem, nemu doang di yutub ehem, ga bisa kenal beneran ehem--bernama Agung Hapsah, aku kembali addcit sama kamera. Alasan lainnya sih karena aku disuruh buat film pendek untuk sebuah acara di sekolahku. DAN ITU NGUBAH HIDUP AKU. Tapi aku belum berani ngupload karya aku di yutub, aku masih pemula qaqa, masih perlu banyak belajar :' Tapi ini yang ingin aku bergelut di dunia sinematografi.

Sebelum-sebelumnya aku juga sempet gila kan sama nulis puisi, aku sempat upload beberapa di blog ini, tapi kemudian ilang. Timbul-tenggelam di luka dalam /apa. Dulu biasanya aku seminggu minimal sekali buat puisi, tapi sekarang ngga. Sekarang nulis puisi aku lebih ke tulisan reflek tergantung mood kalau chat sama temen-temen. Aku juga suka nulis diari offline dari kelas 7 sampai kelas 10, kemudian berhenti karena aku ... patah hati. BOHONG HAHAHA.

Semoga aku jadi rajin nulis di bog. Rencana sebenernya aku nulis blog ini aku mau belajar review novel dan film, sambil share puisi atau cerpen. Atau mungkin tips-tips gapenting dari aku? Tapi entah terlaksana atau tidak, yang penting niat awal udah baik :')

Tapi sebenernya hobi aku sepanjang zaman mah gugling sama stalking sih. STALKING ITU HIDUP, KAWAN! HIDUP!

Cukup sekian dan terima kasih.