Senin, 14 November 2016

Hobi Tapi Mahal : First Time Pake Cat Minyak

Bagi aku, pelajaran seni rupa adalah satu-satunya pelajaran yang ga banyak mikir keras. Sekalinya mikir juga seneng ngebayanginnya. Enjoy banget. Meski gambar aku ga bagus-bagus amat, tapi seni rupa ini termasuk pelajaran favorit. Rasanya tuh kayak, finally I'm freedom. Ngomong-ngomong, meski aku pernah suka seni musik dan belajar bertahun-tahun, aku ga bisa seenjoy ngegambar. Ngegambar itu bagi aku kayak ngelepas beban. Sangat "Me Time" sekali.

Semester ini, di kelas XII, seni rupanya adalah menggambar potret diri dan melukis bebas. Aku excited banget setiap melukis, padahal lukisan aku biasa aja, jelek malah. Nantinya lukisan-lukisan ini bakal di pamerin di pameran kelas. Ini kelima kalinya aku melukis di atas kanvas seumur hidup. Pertama kali pake cat air waktu kelas 1 SD, tiga lainnya pake cat poster selama SMP-SMA. Yang terakhir ini aku nyobain pake cat minyak. Alasannya sih karena aku bosen sama cat poster dan Hasna--partner gambar aku--juga ngajakin cat minyak (dia masih sisa banyak), kalau cat air ga punya uang :'v (target aku beli cat air inginnya Sakura KOI watercolor). Alasan lainnya adalah cat minyak itu susah kering, jadi bakal gampang nyampur warna, tapi butuh kesabaran.

Aku dan Hasna adalah dua makhluk di kelas yang paling semangat buat pelajaran melukis. Kita bikin satu tema. Karena kita berdua gamau gambar manusia (tar takut malah anime banget), dan gamau ngelukis pemandangan, kita memutuskan untuk menggambar hewan. Susah sih, tapi itu yang menarik. Kita bikin konsep sendiri dan ga niru lukisan lain buat bikin konsep kita. Kita melukis hanya untuk kesenangan belaka, bodo amat kalau jelek. Jadi akhirnya kita nge sketch sebelah-sebelah muka. Aku bagian kanan, menggambar serigala (hewan favorit sepanjang zaman), dia bagian kiri, gambar harimau. Mata serigalaku berwarna merah (seperti background dia), dan mata harimau dia biru (seperti background aku).

Calon sketch yang masih budug
Hampir semua pemula menghindari cat minyak, aku tahu. Temen sekelasku sendiri ga ada yang nyoba cat minyak kecuali aku dan Hasna. Mereka larinya ke acrylic, karena hasil acrylic itu bagus banget. Mudah diatur kayak cat poster, tapi warnanya ga terlalu mencolok dan hasilnya juga ga licin. Keringnya juga ga selama cat minyak dan ga secepet cat poster.

Aku memutuskan beli cat minyak paling murah, kelas C (kelas studio). Merk Maries, ini semerk sama yang punya Hasna. Harganya lumayan :' 49500. Jauh lebih mahal dibanding cat poster yang biasa aku pake. Hasna beli beberapa tahun lalu harganya 35000. Ternyata cat ini lebih gampang kering dari yang aku duga. Kesalahan aku adalah ga beli pengencernya, jadi agak boros.

Untuk kuas, aku pake merk Lyra yang round nomor 1 dan 7. Cari yang bagus tapi murah aja aku mah :') Harganya yang no 1 8000, dan yang no 7 15000. Aku juga pake cat no 9 flat yang biasa (yang warnanya putih kayu, dikasih sekolah) dan kuas tembok (minjem punya kelas). Tapi saranku beli yang bermerk semua sekalian, soalnya rambutnya suka rontok, dan malah ngerusak lukisan. Buat bikin efek bulu/rambut lucuan pake flat sih, lebih gampang. Aku pake yang round hasilnya ga memuaskan. Ngomong-ngomong, beli cat putih satuan buat tambahan. Putih adalah warna yang paling cepat habis kalau ngelukis.




Ini namanya kanvas.
Rasanya aneh sih pake cat minyak. Teksturnya lebih halus dan licin dari cat poster, efek minyaknya mungkin. Tapi kalau kering hasilnya lumayan bagus, sedikit mengilap. Keringnya agak lama, sekitar dua atau tiga hari. Salah satu yang nyebelin adalah aromanya nyengat banget. Warnanya juga lumayan bagus. Karena keringnya agak lama, enak dipake buat nyatu-nyatuin warna, buat gradasi. Belajar dari kesalahan aku melukis sebelum-sebelumnya, aku melukis dengan santai dan sabar. Kalau salah, aku harus nunggu kering dulu sebelum aku tumpuk warna lain.



Belum finishing. Budug yah:'v
Dan setelah digabungin hasilnya ga begitu jelek.

Taraa.. belum difigurain. Beda tangan beda hasil emang
Begitulah pengalaman pertama aku megang cat minyak. Hasilnya ga begitu bagus, tapi aku cukup puas :)
Share:

0 Comments:

Posting Komentar