Konteks Patah Hati Dalam Fangirling Cowok Ganteng

Oke judulnya ngga banget.

Jadi, beberapa hari terakhir ini mood aku berantakan banget. Mood seburuk ini biasanya cuma aku dapat kalau lagi galauin cowok yang ga galauin aku /ga. Tapi tidak untuk sekarang, aku lagi hopeless sama beberapa hal, dan aku gatau berapa persen motivasi yang aku butuhkan untuk mengembalikan "aku" yang biasanya. Menulis adalah salah satu obat patah hati paling ampuh. Aku selalu nulis tiap badmood, menstabilkan emosi aku yang emang jelek.

Banyak hal yang aku lakukan kalau lagi badmood. Salah satunya adalah dengerin lagu rock keras-keras di kamar sambil nugas. Hampir semua list lagu hp aku punya genre rock. Aku sempet suka Avenged Sevenfold, Linkin Park, Nano, Greenday(?), atau One Ok Rock. Itu sedikit bisa menghibur aku, memcah fokus aku kepada dua; musik dan tugas. Sehingga aku gabisa mikirin badmood aku. Meski endingnya adik aku protes gara-gara ganggu waktu tidur dia, dan akhirnya aku pake earphone (itu juga kalau ada, kalau ga ada ya aku tidur). Tapi aku senang kalau sekeluarga ga ada yang protes aku nyetel lagu keras-keras.

Hal lainnya adalah stalking. Stalking ini paling ga guna menurut aku karena aku jadi males nugas. Aku udah lama ga fangirlingan, terakhir aku jadi fangirl itu pas Agung Hapsah. Udah lumayan gila kok itu juga. Aku tau nama lengkap dia, tempat tanggal lahir dia, sampai nama anggota keluarga dia (dan aku follow di IG). Tapi aku lagi ingin jadi fangirl sesuatu yang baru. Tiba-tiba aja aku ngeceng Brian Imanuel. Yes, Rich Chigga ...

Aku bakal dipecat dari anak gara-gara upload foto begini kayaknya

... gatau kenapa aku secara alamiah suka cowok badboy, dan sipit (meski kecengan aku ga badboy dan ga sipit).

Aku kenal Brian dari Agung. Di IG dia pernah nge-cover Dat $tick nya. Suara Agung enak banget kalau nge-rap :' Sempet aku search (karena aku gatau, maafkan kudet), terus aku ga ngeh itu siapa. Yang aku pikirkan tentang cowok rapper adalah cowok Amerika berkulit hitam. Tapi Brian ga gitu sama sekali. Aku syok aja liat dia muka China banget :v Waktu aku liat di youtube juga kaget wkwk. Suaranya (yang rendah banget, tapi jernih) ga pas buat postur tubuh dia dan wajah dia yang imut. Aku nyangkanya Brian mungkin cowok China yang tinggal di Amerika.

Awalnya aku ga tertarik sama sekali. Meski adik aku ngulang terus lagu Dat $tick di rumah. Cuma sekedar seneng doang. Agak nyebelin malah, karena ngomong aku cepat dan berantakan, aku gagal terus buat nyanyiin lagu ini:" Sampai muncul remixnya dia, jadi hits Youtube, dan akhirnya, aku cari profile dia gugel. Dan .. ga nemu! Yes, beneran ga nemu. Tapi fakta kalau dia anak Jakarta umur 17 tahun itu rasanya ...

Gatau kenapa jatuh cinta bisa sesimpel itu.

Untuk sesaat aku jadi suka warna pink-putih-item

Sebenernya aku lebih suka suaranya yang rendah dan jernih, bukan karena fisiknya (meski aku tau aku suka cowok sipit). Aku tau mungkin dia peminum atau perokok. Tapi dalam keadaan ga mood kayak gini. "Dark side" yang emang biasa aku sembunyiin itu keluar. Setiap orang punya sisi gelap, hanya sedikit "tersembunyi".

Dan efek gila ini berdampak pada sekumpulan post-it aku yang aku tempel di lemari

Diantara kumpulan catatan cita-cita, penyemangat, ... dan hutang.

Ngaruh juga ke background HP aku. Lalu ke header line aku. Tapi biasanya ga akan lama. Paling lama juga sebulan aku bakal mendingan. Ini cuma efek "patah hati" aja. Dengan catatan, patah hati itu banyak macamnya, ga selamanya patah hati itu identik terlalu berharap pada cowok. Tapi efeknya kembali kepada cowok "ganteng". Mungkin sebagai pelarian? HAHAHA

Aku ingin ngasih catatan kaki buat stalker aku beberapa hari lalu. Tapi bingung apa:' Maafkan aku aral. Udah gitu aja. Makasih...

Credit to @brianimanuel
Images cr to google and youtube.
Special thx to some Rich Chigga songs. Yeay
Share:

0 Comments:

Posting Komentar