Jumat, 24 Juni 2016

[Puisi] Reinkarnasi

REINKARNASI
Azizah Amatullah (XI IPA 6)

Sesak sekali parumu.
Bernapaskan kapitalis-oksida.
Memenuhi raga yang ego bermandikan elu.
Apa pedulimu pada kabar berita?

Potret aku hari ini yang bilang,
Gundul saja aku bersama sampah bergelimang.
Habis dibakar kobaran api kirimkan asap,
agar kau bisa lihat.
Hewan beradu,
mengadu.
Sayang aku bukan Yang Maha Melihat.
Tak cukup mungkin ISPA naikkan korban jiwamu.

Mungkin Tuhanmu itu kotak kecil segenggaman.
Dia beritahumu,
Lalu langkah-langkah kecilmu seperti pahlawan kesiangan.
Menunggu esok lusa kau mengulang kesalahanmu.
Lupa kalau Tuhanku menciptakan bukan untuk habis manis sepah dibuang.
Bah,
Apa pedulimu pada aku yang menderita?

Tangan kotormu itu mengotoriku.
Hingga air keruh menggenangi seluruh kotak siaran.
Lalu ribut saja lagi, ribut saja.
Salahkan tetangga, salahkan sistem kita, tapi jangan salahkan cinta.
Kau yang bilang; cinta takkan pernah salah.

Kadang aku berandai menjadi cinta.
Agar kau berkata,
kau rela meregang nyawa.
Mungkin aku bisa menjadi Cinta yang Rangga enggan lupa belasan tahun lamanya.

Tapi sekali lagi sayang, aku hanya siaran tv tadi pagi.
Sebelum kau mati dari gedungmu sendiri.
Agar saat kau hidup nanti,
saluran tv bilang;
“Kita harus pindah ke Mars!”

Bedebah!

(Cimahi, Juni 2016)

Puisi ini yang jadi juara 3 di classmeet kemarin wkwkwk. Temanya lingkungan. Ini niat (ga kayak cerpen), aku ngetik dulu lama buat puisi ini. Agak ngaco gapapa ya, soalnya aku emang lagi nyari gaya puisi yang beda:)
Share:

0 Comments:

Posting Komentar