Minggu, 27 November 2016

[Stalking] Wibu adalah Hasil Didikan

Warning. Postingan ini berisi bully-an terhadap Hasna

Sebelum aku buat pameran part 2, aku mau buat selingan curhat yang ga guna, sama ga gunanya kayak curhatan aku yang lain.

Yak, jadi pekan lalu aku menghabiskan malam mingguan aku buat nge-stalk beberapa akun facebook. Biasanya aku ngestalk orang pakai gugel. Tapi hari itu aku kebetulan aja buka facebook aku yang udah buluk. Aku juga ga begitu paham kenapa aku senang sekali melakukan pekerjaan sia-sia ini. Tapi serius deh, ngetawain orang di facebook itu sama sekali bukan ide buruk.

Lewat jam 10 (hampir jam 11), aku lagi chat Line on PC sama Hasna. Aku lagi iseng stalk fb seorang cowok lalu aku screenshoot dua foto jaman alay (baca: masa muda) dia dan paste ke room chat kami berdua.  "Lagi ngestalk siapa cik?" aku nanya. Hasna nyebut sebuah nama dan langsung tepat. Mungkin karena muka dia ga banyak berubah.

(Btw, aku ga ngestalk doi, plis. Karena ngestalk dia jauh lebih gaguna.)

"Lucu pisan yg pertama :""" Hasna berkomentar dan langsung aku iyakan.
"Lucu2 ih. Tar aku ss lagi."
"Ga ngestalk fb aku zah?"
"Ngapain ngestalk Hasna?"

Tapi aku kepo fb Hasna. Se alay apakah dulu Hasna? Setelah 6 foto aku ss dan share, akhirnya aku beralih pada akunnya dia. Ternyata ngestalk dia di malam minggu adalah sesuatu yang menghibur :)

Aku langsung ss dan kirim dua foto dia waktu SMP, yang lagi caleuy, meski aku tau  dia sampe sekarang juga emang caleuy. Aku ngestalknya ditemani langsung oleh pemilik akun, jadi dia juga sambil liat-liat akun dia isinya apa aja. Dia bangga sekali dengan salah satu masterpiece zaman kelas 9 yang terupload di sebuah album.

Ternyata Hasna beneran cewek :)
Setelah itu aku langsung scroll aga ke bawah. Ngestalk orang lebih enak dari awal. Biar bisa lihat perkembangannya. Tapi belum nyampe bawah juga aku udah ngakak :(

Why has?:(

Dan aku ketawa beneran pas tau Hasna adalah wibu semenjak dia duduk di bangku SD, masih menggunakan seragam merah-putih. Suilt diduga :')

Anak SD, oh God xD
... dan berlanjut hingga dia SMP.

Tahun 2012 aku mikirin apa ya? :'
Setiap kali aku menemukan sesuatu yang menarik, aku ss terus paste di room chat dan aku bilang "ngakak plis" atau "wibu banget sih has" atau "kenapaa?:(" karena emang ngakak banget, lalu dia pun syok karena dia merasa lupa pernah melakukan dan memposting hal-hal idak berguna seperti itu. Mungkin dia amnesia dan ingatannya baru dimulai sejak dia masuk SMP.

Ngomong-ngomong, mungkin agak salah dan menyimpang ya dalam penggunaan kata wibu. Jadi wibu di sini bukan wibu yang weeaboo kok. Aku dan Hasna cuma seneng pake kata wibu sebagai pengganti kata "otaku". Karena kadang, meski menyenangkan, menjadi otaku itu bagian dari sesuatu yang freak di kalangan masyarakat normal. Sama halnya menjadi wibu di tengah otaku. Dan kami berdua (terkadang) adalah normal:)

Menurut reddit weeaboo itu artinya gitu
Sepanjang malem ya aku ketawa aja. Terus aku nyadar kalau Hasna memang suka latihan gambar anime dari kecil, makanya gambarnya bagus sekarang. Aku aja baru serius gambar kelas 11--makanya biasa aja gambar aku mah.

Terus aku nemu foto-foto dia yang lucu, waktu kecil wkwk. Aku langsung chat, "kamu waktu kecil lucu has" dan dia syok pas tau foto itu belum ke atur privasinya. Ada juga foto-foto dia pake kerudung merah, gatau kenapa dia mah baru keliatan Arab kalau ga pake kerudung yang biasa. Pas pake kerudung merah yang arab banget mah:'

Setelah ngestalk banyak di akun Hasna--yang isinya banyak banget gambar animenya--aku menyimpulkan bahwa wibu adalah "penyakit" turunan. Jadi kalau kamu punya kakak otaku, maka kamu akan otaku juga. Aku berterimkasih pada diriku sendiri karena aku nonton anime ga pernah ngajak adik. Aku cuma rekomen beberapa anime bagus yang aman ditonton adik aku. Aku ga parah-parah amat kayak Hasna kok :))

Yea well. Setelah pelaporan dan penghinaan aku yang cukup banyak itu, Hasna langsung tutup akun. Karena dia males kalau satu-satu pengaturannya diubah. Padahal kan sayang ya, buat kenang-kenangan.

Sori, aku emang susah lepasin kenangan :(

 Beneran tutup akunlah.
Setelah itu, aku ingin ngestalk diri aku sendiri, tapi sulit. FB aku pernah rame banget, jadi emang banyak banget isinya. Gakuat, sampe ngehang aku nge-scroll. Tapi yang jelas, aku ga wibu kayak Hasna kok pas SD mah. Di fb aku cuma ngeluhin kapan aku bisa jadi penulis, aku nge-stuck gara-gara ga ada ide, atau keluhan lainnya tentang kapan buku aku terbit:' Banyak ngeluh kan? Iya apal. Aku pake ava anime aja cuma dua kali. Aku emang suka gambar anime nya aja, ga nonton apapun. Aku cuma nonton Detective Conan aja kok :) Tapi nontonnya dari TK.

Agak beda memang wibu aku dan Hasna mah. Dia emang punya kakak-kakak otaku, aku mah anak pertama, ga tau anime aku mah wkwk. Yah, meski begitu, aku dari kecil suka banget budaya dan bahasa Jepang. Makanya aku punya buku tentang bahasa Jepang dan kamus Jepang.

Tapi lebih wibu Hasna daripada aku. Sip.

Jumat, 18 November 2016

Pameran 2016 (Part 1) : Dua Pekan Bersama Totem

Salah satu tugas akhir seni budaya kelas XII di sekolahku adalah membuat pameran kelas, dimana kita memamerkan potret diri, lukisan, dan hasil tangan lainnya.  Pameran ini terlaksanakan pada Sabtu, 12 November kemarin. Jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang digelar Desember atau awal tahun semester genap. Setelah pameran biasanya ada perkusi, jadi harus makin pinter ngatur waktu:'

Persiapan pameran ini sudah cukup lama sebenarnya. Tapi emang baru nampak sibuk seminggu atau dua minggu terakhir. Ketuanya Gaby dan wakilnya Dickys. Di proyek ini posisi aku ga jelas sebenernya. Secara struktur aku ini tim kreatif, tapi aku merasa kalau aku ga bantuin apa-apa wkwk.

Emang kita (tim kreatif) cuma banyak kerja di awal. Kita diskusi tentang tata kelas. Ini mempermainkan ketelitian dan kesabaran banget. Karena kelas kita sempit banget, tapi kita ga boleh keluarin meja, kursi, dan loker. Maksimal satu meja dan dua kursi (untuk registrasi). Bayangin aja, dari papan tulis ke meja cuma jarak 2 atau 3 ubin, dan belakangnya mentok (pas banget untuk meja-kursi 38 orang + meja guru + loker dua). Kurang sempit apa? :( Kita juga yang nentuin temanya dan dekorasi apa aja yang bakal dipake. Jadi kita ambil tema Star Wars dengan tema dekor galaksi. Karena kelas kita punya DJ bernama Sultan, jadi kita manfaatin dia buat ngeramein pameran. Biar haceup katanya.

Pas udah dibagi divisi untuk dekorasi pameran, maka berakhirlah tugas kita. Kita jadi sibuk sama tugas divisi. Ada divisi lantai, tirai, gantungan langit-langit, dan semacamnya. Karena aku suka sesuatu yang berbeda dan menantang, aku masuk divisi totem (karya 3D). Selain emang dua temenku di sini sih. Jadi emang tiap kelas harus punya totem masing-masing dan harus gede, kata guruku sih ini pengganti tugas individu 3D.

Koor divisi totem dipegang Hasna (maafin kalau bosen aku nulis Hasna terus). Dia ambis sekali buat patung Darth Vader dari kawat-kawat dan busa hati. Aku yang turun pangkat dari tim kreatif jadi anggota divisi mah nurut-nurut aja. Keliatan ga masuk akal sama sekali pada awalnya (karena serius, kita hanya berpikir rencana ini dengan logika tanpa banyak rencana dan ga liat tutorial apapun). Anggota divisi ini pun dipenuhi cewek-cewek dan hanya ada satu cowok.

Then, kita tentukan modelnya. Bakal setinggi apa patung ini? Aku pikir satu meter aja udah terlihat rumit, tapi ini jauh lebih menarik. Kita pake anak kelas jadi modelnya, namanya Gagah. Aku rada ketawa aja sih karena aku pikir Gagah terlalu kurus buat jadi model. Tapi aku sih oke, gapapa ngehemat kawat. Tingginya juga lumayanlah, sekitar 166 cm. Tapi aku makin mikir, hasilnya bakal kayak apa ini totem :'

(Alert. Mungkin curhatan ini nantinya akan terkenal sebagai artikel "Cara membuat patung Darth Vader dari kawat-kawat".)

Kita buat sketsa dulu awalnya. Kayak lagi buat sketsa gambar manusia. Nah, garis-garis itu yang direalisasikan dalam bentuk kawat. Kita beli yang 2 mm cuma dikit, soalnya ada yang bakal nyumbangin kawat tambahan, lebih tipis, mungkin sekitar 1 mm. Enakan pake yang 2mm, tapi susah dibentuk dan dipotong, jadi 1 mm juga udah lumayan kok. Buat penyangganya kita pake dua tongkat pramuka (tinggi dari bahu sampe kaki). Lalu tambahan kayu untuk bagian bahu. Untuk bagian bawahnya kita pake panggung kecil dari dupleks gitu yang dibuat seimbang sama kaya-kayu. Ini kerjaan cowok sih maku dan motong kayu mah, bagiannya Iki.

Lalu kita ukur anggota tubuh modelnya. Dari ukuran pergelangan tangan, panjang lengan, panjang bahu, panjang paha, panjang betis, lingkar dada, pokoknya semuanya lah ya. Kesalahan kita dalam ngukur adalah kita lupa mana inchi mana cm, jadi pas selesai ngukur agak bingung, berantakan. "Ini serius cuma 7 cm?" / "Hah masa we. Aku aja lebih. Inchi mereun?" / "Ohiya." Ya semacam gitu. Kadang inchi aneh dan cm aneh, terus kita improve aja.

Sketsa dan ukuran-ukuran tubuh yang gatau deh itu inch apa cm.
Nah, hasil pengukuran-pengukuran tadi, dibuat kawatnya, lalu disatuin pake lem tembak. Hingga persis kayak sketsa badan. Setelah dilem dan jadi "sketsa" dengan kawat, kita pakein koran. Dilapis gitu. Biar punya efek "lebih gemuk dari aslinya" wkwk gadeng. Dan begitulah badan terbentuk. Kepala mah pikirin aja entar.
Belum dilapis lagi ini mah
Setelah dilapisin koran-koran itu. Kita lapisin kain. Karena kita gamau ribet dan sama sekali tidak cewek, kita lem tembakin aja semua. Mana ada ngejahit mana ada. Mungkin lebih dari 20 lem habis buat bikin totem ginian.

Macam apa coba:(
Untuk armor di tangan, bahu, dan sepatu, kita pake busa ati warna hitam. Kita juga buat perlengkapannya dengan kardus dan styrofoam lalu dicat pake cat tembok (cari aja cat yang paling murah).

Kita ngerjain ini semua dengan berkorban seminggu terakhir kita yang harusnya pulang jam 4 malah ngaret sampe maghrib. Yang kerja "beneran" sebenernya cuma 4 orang, makanya agak lama. Aku paham kalau mungkin mereka ga paham sama rencana Hasna, karena biasa dengan keteraturan. Jadi harus jelas apa-apa yang harus dibuat dan bagaimana rencana selanjutnya. Sedangkan aku, Hasna, Alma, dan Iki bodo amat soal keteraturan, yang penting bagaimana caranya supaya totem ini bisa jadi kayak Darth Vader.

Oh iya ngomong-ngomong, karena kita pulangnya maghrib, kita (yang ngerjain macem-macem) suka bikin "percobaan" dengan menghitung koordinat (x,y) ubin patung ini, yang emang sengaja di simpen depan pintu. Rencananya sih biar ngagetin orang yang dateng pertama. Kita juga nulis di papan tulis koordinat patungnya beserta tulisan "Yang dateng pagi tolong hitung koordinat Darth Vader". Dari beberapa kali percobaan, ada yang memang ga berubah, ada yang berubah satu ubin (tapi aku pikir salah ngitung), ada yang Darth Vadernya jatuh.

Bisa banget :)
Balik lagi soal totem tanpa kepala ini. Dan memang, bagian yang paling sulit adalah pas ngerjain kepala. Kita ga punya ide sama sekali buat kepalanya. Tapi kebetulan, ada yang mau beli topeng Darth Vader, jadi kita bisa pake satu buat mukanya. Tapi gimana buat kepalanya?:(

Yaudahlah, da kita mah makhluk-makluk penuh improve.

Waktu topengnya udah ada, kita coba lakbanin (karena ga mungkin di lem, ngerusak) dengan kawat-kawat sehingga akhirnya ia menjadi kepala. Puas dengan hasil kawat-kawat di kepala, kita besokin pekerjaan, karena udah malem juga.

Besoknya, pas H-2, muncul kasus, lem tembak ilang dari kelas. Laporan terakhir bilang kalau itu dibawa salah satu anak kelas yang hari itu ga masuk. Kasian koor aku udah nangis gara-gara kesel:' Akhirnya dia kembali seperti semula setelah dapat pinjaman lem tembak dari kelas IPA 4. Tapi sial, lemnya ga ada. Kayaknya dibawa juga. Jadi ya aku sibuk aja nyari lem, mengulur-ngulur waktu sampe yang bawa lem tembaknya dateng.

Mungkin gara-gara Hasna lagi emosi, kita jadi sedikit ga fokus ngerjainnya. Itu adalah hari di mana aku (yang udah profesional pake lem tembak) kena luka bakar di jari, yang sampai hari ini bekasnya masih ada.

Kita mulai lapisin pake koran. Dua kali percobaan gara-gara Hasna masih di luar kendali. Karena busa hatinya sudah habis dan bakal susah juga ngebentuk bulat kepala, kita cuma pake busa hatinya dikit, lalu lapisin pake kain. Udahlah ini mah dihijab aja lah gapapa:' Tapi kita baru bener-bener nempelin kain di kepala Darth Vader pas H-1.

H-2, Gaby berfoto bersama Darth Vader yang kepalanya budug:(
Waktu H-1 kita pakein kain di kepala dan melakukan banyak perbaikan dengan jarum pentul dimana-mana, malah jadi kayak nun. Valak :( Di situ juga kita akhirnya finishing. Rapihin sana-sini, cat bagian panggungnya, pokokny sekitar 97% selesai. Yang agak susah itu buat totemnya berdiri tegak. karena emang ga kuat nopang berat panggungnya. Harusnya nambah kayu atau mungkin semen biar bisa berdiri tegak.

Suasana H-1 yang menyuramkan
Caleuyku
Aku lupa ga foto-foto sama Darth Vader pas hari H nya wkwk. Tapi di hari H kita ga bikin banyak perubahan kok, cuma motong bahunya supaya ga terlalu bidang. Benerin kepala (yang emang susah banget). Lalu kasih lampu senter gitu, biar lucu :))

Begitulah dua pekan aku bersama totem dan kesibukan pameran kelas. Next post aku mau cerita keseruan pas hari H :)

Senin, 14 November 2016

Hobi Tapi Mahal : First Time Pake Cat Minyak

Bagi aku, pelajaran seni rupa adalah satu-satunya pelajaran yang ga banyak mikir keras. Sekalinya mikir juga seneng ngebayanginnya. Enjoy banget. Meski gambar aku ga bagus-bagus amat, tapi seni rupa ini termasuk pelajaran favorit. Rasanya tuh kayak, finally I'm freedom. Ngomong-ngomong, meski aku pernah suka seni musik dan belajar bertahun-tahun, aku ga bisa seenjoy ngegambar. Ngegambar itu bagi aku kayak ngelepas beban. Sangat "Me Time" sekali.

Semester ini, di kelas XII, seni rupanya adalah menggambar potret diri dan melukis bebas. Aku excited banget setiap melukis, padahal lukisan aku biasa aja, jelek malah. Nantinya lukisan-lukisan ini bakal di pamerin di pameran kelas. Ini kelima kalinya aku melukis di atas kanvas seumur hidup. Pertama kali pake cat air waktu kelas 1 SD, tiga lainnya pake cat poster selama SMP-SMA. Yang terakhir ini aku nyobain pake cat minyak. Alasannya sih karena aku bosen sama cat poster dan Hasna--partner gambar aku--juga ngajakin cat minyak (dia masih sisa banyak), kalau cat air ga punya uang :'v (target aku beli cat air inginnya Sakura KOI watercolor). Alasan lainnya adalah cat minyak itu susah kering, jadi bakal gampang nyampur warna, tapi butuh kesabaran.

Aku dan Hasna adalah dua makhluk di kelas yang paling semangat buat pelajaran melukis. Kita bikin satu tema. Karena kita berdua gamau gambar manusia (tar takut malah anime banget), dan gamau ngelukis pemandangan, kita memutuskan untuk menggambar hewan. Susah sih, tapi itu yang menarik. Kita bikin konsep sendiri dan ga niru lukisan lain buat bikin konsep kita. Kita melukis hanya untuk kesenangan belaka, bodo amat kalau jelek. Jadi akhirnya kita nge sketch sebelah-sebelah muka. Aku bagian kanan, menggambar serigala (hewan favorit sepanjang zaman), dia bagian kiri, gambar harimau. Mata serigalaku berwarna merah (seperti background dia), dan mata harimau dia biru (seperti background aku).

Calon sketch yang masih budug
Hampir semua pemula menghindari cat minyak, aku tahu. Temen sekelasku sendiri ga ada yang nyoba cat minyak kecuali aku dan Hasna. Mereka larinya ke acrylic, karena hasil acrylic itu bagus banget. Mudah diatur kayak cat poster, tapi warnanya ga terlalu mencolok dan hasilnya juga ga licin. Keringnya juga ga selama cat minyak dan ga secepet cat poster.

Aku memutuskan beli cat minyak paling murah, kelas C (kelas studio). Merk Maries, ini semerk sama yang punya Hasna. Harganya lumayan :' 49500. Jauh lebih mahal dibanding cat poster yang biasa aku pake. Hasna beli beberapa tahun lalu harganya 35000. Ternyata cat ini lebih gampang kering dari yang aku duga. Kesalahan aku adalah ga beli pengencernya, jadi agak boros.

Untuk kuas, aku pake merk Lyra yang round nomor 1 dan 7. Cari yang bagus tapi murah aja aku mah :') Harganya yang no 1 8000, dan yang no 7 15000. Aku juga pake cat no 9 flat yang biasa (yang warnanya putih kayu, dikasih sekolah) dan kuas tembok (minjem punya kelas). Tapi saranku beli yang bermerk semua sekalian, soalnya rambutnya suka rontok, dan malah ngerusak lukisan. Buat bikin efek bulu/rambut lucuan pake flat sih, lebih gampang. Aku pake yang round hasilnya ga memuaskan. Ngomong-ngomong, beli cat putih satuan buat tambahan. Putih adalah warna yang paling cepat habis kalau ngelukis.




Ini namanya kanvas.
Rasanya aneh sih pake cat minyak. Teksturnya lebih halus dan licin dari cat poster, efek minyaknya mungkin. Tapi kalau kering hasilnya lumayan bagus, sedikit mengilap. Keringnya agak lama, sekitar dua atau tiga hari. Salah satu yang nyebelin adalah aromanya nyengat banget. Warnanya juga lumayan bagus. Karena keringnya agak lama, enak dipake buat nyatu-nyatuin warna, buat gradasi. Belajar dari kesalahan aku melukis sebelum-sebelumnya, aku melukis dengan santai dan sabar. Kalau salah, aku harus nunggu kering dulu sebelum aku tumpuk warna lain.



Belum finishing. Budug yah:'v
Dan setelah digabungin hasilnya ga begitu jelek.

Taraa.. belum difigurain. Beda tangan beda hasil emang
Begitulah pengalaman pertama aku megang cat minyak. Hasilnya ga begitu bagus, tapi aku cukup puas :)

Bulan Bahasa #411 Edisi Baper

Aku ingin buat banyak banget liputan Bulan November ini. Tapi belum terlaksana juga karena kesibukan yang "dipaksa sibuk" atau "pura-pura sibuk." Mungkin akan aku coba cicil:'

Jadi, ketika Jakarta dilauti oleh pendemo #411, sekolahku juga menjelma laut bersama batik dan kebaperan. Aku sempet berpikir kalau ga pantes sih, ketika orang lain demo membela agama, kita di sini asik sendiri dengan musik-musik atau rencana-rencana pemeran kelas. Buat liputan pameran kelas, bakal aku posting juga nanti.

Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, banyak sekolah yang memang ngadain event seru-seruan bareng. Berhubung sekolahku memang banyak event, acara ini juga terlaksana sebagai rutinitas tahunan. Biasanya sih akhir Oktober sudah terlaksana, tapi karena beberapa hal, akhirnya acara ini mundur sampai awal November dan terlaksana dengan sempurna 4 November 2016 kemarin.

Tahun ini judul perayaannya sedikit ga banget, "Bulan Bahasa Bikin Baper". Salah satu program acara dari OSIS-nya juga kirim surat cinta, dan disambut sangat baik oleh seluruh murid. Jadi beberapa hari sebelum acara, OSIS udah nyiapin kotak surat, dimana kita bisa menyimpan surat yang harus mencantumkan nama dan kelas yang dituju di amplopnya. Kemudian surat-surat itu akan dibagikan pada acara Bulan Bahasa.

Rata-rata emang cuma kirim surat iseng kok, atau saling kirim surat sesama temen biar ga keliatan jomblo banget. Atau bisa kiriman sahabat satu organisasi yang saling menguatkan. Tapi banyak juga yang emang manfaatin momen ini buat modus, temanku juga ada sih yang kayak gitu.

Pengumuman bilang bahwa kita harus datang maksimal pukul 6.45, seperti jadwal sekolah biasa. Tapi sepertinya yang telat juga ditolerir, karena Gaby--teman sekelas, masih bisa datang dengan selamat pukul 8.

Acaranya banyak banget. Karena kelasku di atas, aku bisa menikmati keramaian dari atas. Banyak stand-stand makanan kelas berjejer. Tahun ini, nama stand-nya negara-negara. Ada Inggris, Korea, Jepang, Indonesia, dan lain-lain. Makanannya banyak banget, ada cilok, oreo goreng, es krim, sate lilit, puding, skutel, ramen, dan entah masih banyak lagi. Harganya juga murah-murah. Minumannya juga banyak banget ya ampun. Jadi saran aku, sebelum event kayak gini banyakin nabung, uang kalian bisa terkuras habis.

Perlombaannya juga banyak, mulai dari pemilihan Mojang-Jajaka (Moka) sekolah, akustik, anagram, musically lagu anak, photogenic, dan .. aku gatau lagi wkwk jujur aja. Apalagi kelas XII ikut lobanya terbatas, ga bisa terlibat banyak. Tapi yang jelas masih banyak lagi.



Sebenernya, buat yang ga ikut lomba, acara ini akan nampak geje banget. Tapi aku menikmati kok. Ini momen yang pas buat kumpul sama temen-temen beda kelas, foto bareng di photobooth. Event kayak gini emang selalu ditunggu-tunggu (karena ga belajar). Karena ga boleh masuk kelas, jadi ya kita mengikuti prosedur acara. Di lapangan memang ada tampilan akustik kelas 10 sampai kelas 12 (setelah acara pemilihi Mojang-Jajaka).

Mungkin karena penat sama pelajaran, kelas aku (XII IPA 6), manfaatin acara akustik dengan melepas lelah. Jadi waktu itu, beberapa cowok anak kelasku bawain lagu 3 lagu (meski cuma disuruh 2 lagu, mereka banyak nawar emang). Lagu yang terakhir paling aral, bawain Kopi Dangdut terus nyawer uang, lalu mereka pun ricuh:( Aku mah nonton aja sambil ketawa-ketawa dari atas koridor masjid (kalau aku di bawah, aku takut aku terinjak-injak sama aksi anarkis).

Di foto ini ada doi.
Karena aku ga tau mau ngapain, aku mau menyibukkan diri dengan mengerjakan pameran kelas. Entah karena kelas XII sudah "senior" atau memang karena banyak tugas yang butuh kelas, kita bisa dapat kunci kelas dengan gampang (asal memang butuh banget, bukan cuma gara-gara di luar mah gabut).

Menjelang siang, surat cinta dibagikan. Lalu sekolah pun ramai dengan seruan "IH AKU DAPET SURAT" lalu semua orang kepo itu surat dari siapa. Lalu mulailah baper-baperan terjadi di sana-sini. Aku sendiri ngirim satu surat, itu pun gara-gara dipaksa. Sejujurnya aku nyesel ga ngirim banyak. Aku niat ngirim buat temen-temen ekskul aku sebenernya, tapi aku bingung ngasih apa. Ingin sesuatu yang ga pasaran, tapi karena kelamaan mikir jadi ga jadi.

Buat temen aku. Aku ngasih ke osisnya emang pas hari H
Dan aku seneng banget gara-gara aku dapet dua surat:) Yang satu aku tau itu dari yang maksa aku ngirim juga. Yang satu lagi lucu banget. Ini dari ketua mentoring di ekskul aku. Nikita.

Dikasih Niki buat partnernya
Ya pokoknya aku baper baca surat dari dia. Dan semakin menyesal aku gara-gara ga ngirim banyak surat. Apalagi liat raut kecewa beberapa temen aku yang ga dapet sama sekali. Padahal aku bisa ngirim banyak, setidaknya menyenangkan hati mereka. Aku juga ingin berterimakasih atas banyak hal ke banyak orang.

Jadi ya gitu, setelah pembagian surat, aku kembali sibuk dengan pameran kelas. Lomba akustik masih terus berputar sampai waktu pulang, sekitar jam 2 lewat. Yea, well, semoga Bulan Bahasa tahun depan bisa lebih rame lagi.

Senin, 17 Oktober 2016

Konteks Patah Hati Dalam Fangirling Cowok Ganteng

Oke judulnya ngga banget.

Jadi, beberapa hari terakhir ini mood aku berantakan banget. Mood seburuk ini biasanya cuma aku dapat kalau lagi galauin cowok yang ga galauin aku /ga. Tapi tidak untuk sekarang, aku lagi hopeless sama beberapa hal, dan aku gatau berapa persen motivasi yang aku butuhkan untuk mengembalikan "aku" yang biasanya. Menulis adalah salah satu obat patah hati paling ampuh. Aku selalu nulis tiap badmood, menstabilkan emosi aku yang emang jelek.

Banyak hal yang aku lakukan kalau lagi badmood. Salah satunya adalah dengerin lagu rock keras-keras di kamar sambil nugas. Hampir semua list lagu hp aku punya genre rock. Aku sempet suka Avenged Sevenfold, Linkin Park, Nano, Greenday(?), atau One Ok Rock. Itu sedikit bisa menghibur aku, memcah fokus aku kepada dua; musik dan tugas. Sehingga aku gabisa mikirin badmood aku. Meski endingnya adik aku protes gara-gara ganggu waktu tidur dia, dan akhirnya aku pake earphone (itu juga kalau ada, kalau ga ada ya aku tidur). Tapi aku senang kalau sekeluarga ga ada yang protes aku nyetel lagu keras-keras.

Hal lainnya adalah stalking. Stalking ini paling ga guna menurut aku karena aku jadi males nugas. Aku udah lama ga fangirlingan, terakhir aku jadi fangirl itu pas Agung Hapsah. Udah lumayan gila kok itu juga. Aku tau nama lengkap dia, tempat tanggal lahir dia, sampai nama anggota keluarga dia (dan aku follow di IG). Tapi aku lagi ingin jadi fangirl sesuatu yang baru. Tiba-tiba aja aku ngeceng Brian Imanuel. Yes, Rich Chigga ...

Aku bakal dipecat dari anak gara-gara upload foto begini kayaknya

... gatau kenapa aku secara alamiah suka cowok badboy, dan sipit (meski kecengan aku ga badboy dan ga sipit).

Aku kenal Brian dari Agung. Di IG dia pernah nge-cover Dat $tick nya. Suara Agung enak banget kalau nge-rap :' Sempet aku search (karena aku gatau, maafkan kudet), terus aku ga ngeh itu siapa. Yang aku pikirkan tentang cowok rapper adalah cowok Amerika berkulit hitam. Tapi Brian ga gitu sama sekali. Aku syok aja liat dia muka China banget :v Waktu aku liat di youtube juga kaget wkwk. Suaranya (yang rendah banget, tapi jernih) ga pas buat postur tubuh dia dan wajah dia yang imut. Aku nyangkanya Brian mungkin cowok China yang tinggal di Amerika.

Awalnya aku ga tertarik sama sekali. Meski adik aku ngulang terus lagu Dat $tick di rumah. Cuma sekedar seneng doang. Agak nyebelin malah, karena ngomong aku cepat dan berantakan, aku gagal terus buat nyanyiin lagu ini:" Sampai muncul remixnya dia, jadi hits Youtube, dan akhirnya, aku cari profile dia gugel. Dan .. ga nemu! Yes, beneran ga nemu. Tapi fakta kalau dia anak Jakarta umur 17 tahun itu rasanya ...

Gatau kenapa jatuh cinta bisa sesimpel itu.

Untuk sesaat aku jadi suka warna pink-putih-item

Sebenernya aku lebih suka suaranya yang rendah dan jernih, bukan karena fisiknya (meski aku tau aku suka cowok sipit). Aku tau mungkin dia peminum atau perokok. Tapi dalam keadaan ga mood kayak gini. "Dark side" yang emang biasa aku sembunyiin itu keluar. Setiap orang punya sisi gelap, hanya sedikit "tersembunyi".

Dan efek gila ini berdampak pada sekumpulan post-it aku yang aku tempel di lemari

Diantara kumpulan catatan cita-cita, penyemangat, ... dan hutang.

Ngaruh juga ke background HP aku. Lalu ke header line aku. Tapi biasanya ga akan lama. Paling lama juga sebulan aku bakal mendingan. Ini cuma efek "patah hati" aja. Dengan catatan, patah hati itu banyak macamnya, ga selamanya patah hati itu identik terlalu berharap pada cowok. Tapi efeknya kembali kepada cowok "ganteng". Mungkin sebagai pelarian? HAHAHA

Aku ingin ngasih catatan kaki buat stalker aku beberapa hari lalu. Tapi bingung apa:' Maafkan aku aral. Udah gitu aja. Makasih...

Credit to @brianimanuel
Images cr to google and youtube.
Special thx to some Rich Chigga songs. Yeay

Kamis, 01 September 2016

[Puisi] Patah (bagian) 3

Untuk kamu; Tuan Pematah Hati.
Dari aku; Patah bagian 3.

Ada asa dalam setiap nelangsa.
Kau pun enggan tahu lanskap hariku tentang doa.
Maka, aku ingin bilang, bahwa mungkin cinta adalah saksi keabadian.
Daripada engkau, Tuan; Lail-ku dalam naungan shubuh.
Hingga sayang bukan?
Karena akhirku; cinta tak sefana dirimu.

Aku bukan patah, hanya langit yang tau di mana retaknya.

A.
September | 2016

Berawal dari iseng, Patah kemudian adalah puisi yang ditagih manusia.

Aku ga lagi patah hati, jujur aja. Agak susah ngegambarin puisi yang ga sedang kita alami. Padahal puisi itu wujud dari ekspresi diri, bagi aku. Ga kayak Patah 1, serius itu aku patah banget wkwk. Aku agak kecewa pas baca ulang Patah ver. 2.0, aku gagal ngasih feel ke puisi itu.

Buat kali ini, aku nyoba ngubah mood aku dulu biar feelnya dapet. Aku lagi seneng-seneng aja, beneran. Aku cuma memenuhi pesanan temenku, untuk memuisikan kisah dia di patah 3. Dan aku lumayan suka hasilnya :)

Kamis, 14 Juli 2016

Netral

Ya siapa juga yang niat nulis tengah malem kalau bisa tidur.

Abaikan.

Yak, oke. Aku lagi tiduran di kasur pake jaket dan pake selimut. Sebenernya cuma flu tapi efeknya suka alay. Tiap flu suka ga mood ngapa-ngapain.

Sebelum dibaca, aku harap kalian bisa membuka pikiran kalian dulu. Apapun yang aku tulis disini cuma pandangan aku.

Hari ini aku mau bahas tentang pandangan aku terhadap banyak konspirasi dan kontroversi yang lumrah di internet. Pandangan aku terhadap kasus-kasus itu sendiri sih biasa saja. Aku suka hal-hal yang kontroversi. Seringkali aku netral menghadapi semuanya. Selama itu bukan tentang agama dan politik. atau terkadang terhadap sepak bola (cuma beberapa jam kecewanya, aku bisa menerima kekalahan:'v)

Anyway, aku punya pandangan tersendiri tentang politik. My dad said, "politik kalau digunakan dengan benar itu dakwah." Ada kaitannya dengan agama. Aku ga mungkin netral terhadap agama. Waktu aku kelas 10 aku pernah mencoba netral, terdoktrin, dan aku kehilangan keyakinan. Dan balikinnya butuh proses.

Balik lagi ke beberapa kasus kontroversi. Mungkin efek pernah bercita-cita jadi jurnalis, I change my point of view terhadap sesuatu. Open minded. Meski pun kalau aku berpihak pada sesuatu aku bakal egois, ga mau kalah, tapi aku bisa mencerna banyak informasi, banyak alasan. Aku bisa berubah pandangan dengan cepat.

Apa menjadi netral itu baik? Aku punya sisi buruk. Istilahnya menjadi netral itu seperti menonton kericuhan. Dan aku punya satu hobi buruk; memancing kontroversi. Istilahnya aku adalah percikan api, orang-orang membakarnya. Dan aku hanya akan menonton kebakaran dengan damai. Kalau didebat pun aku punya 2 sisi yang bisa aku jadikan argumen, karena aku ini netral.

Sebenarnya kita ga bisa atau bahkan ga boleh netral kalau dalam kasus-kasus kemanusiaan, harusnya kita berpihak pada kebenaran. Tapi pikiran aku terus berperang, ga bisa nerima sesuatu mentah-mentah. Bagi aku sendiri kebenaran itu sebuah argumen menarik. Banyak orang yang ga begitu suka dengan pemikiran aku yang kayak gini. Tapi aku ga peduli, seriously.

Waktu ada cerita orang dudukin kepala patung pahlawan, aku bersikap senetral mungkin. Bukan ga peduli, tapi kenapa kita harus marah? Kenapa kita ga liat sisi baiknya? Ini membangkitkan patriotisme anak bangsa seketika, my friend. Apa hanya satu pihak yang diizinkan untuk bersalah? Selain mungkin orangtua dan lingkungan sekitar, apakah kita sebagai penerima berita tidak merasa bersalah? Well, memangnya berapa kali kamu ngeluh di pelajaran pkn atau sejarah?

Aku jahat? Mungkin. Kalau negeri ini perlu revolusi mental, aku ga menolak kalau mungkin mental aku yang perlu direvolusi.

Contoh kasus lainnya yang lagi hits, flat earth theory. Aku udah mancing kasus ini ke beberapa sahabatku dan cukup rame juga buat dibicarakan. Sekali lagi aku netral, aku ga percaya bumi itu bulat ataupun datar.

Teori bumi datar punya alasan kuat dan masuk akal. Teori bumi bulat pun sama. Apa alasan teori kuno ini kembali hits? Mereka punya alasan, man. Dan mereka pun tahu kalau ini kontroversi, akan ada orang yang menentang mereka. Apa itu membuat mereka berpikir ulang untuk menyebarkannya? Big no hell-yea.

Setiap suatu kejadian selalu punya alasan, my man. Akan ada akibatnya juga. Dan kebanyakan sesuatu yang kontroversial itu "dirancang" bersama "apa yang akan diterima" dengan argumen kontroversi itu sendiri. Meski kadang akibatnya di luar dugaan.

It's not fair dong kalau kita melihat dari satu sisi doang? Kita ga bisa nerima satu argumen lalu membenarkannya dan mempertahankannya. Kalau argumen itu bukan kitab suci, bukan berarti argumennya adalah benar kan?

Kadang argumen juga dibuat bukan untuk kebenaran, hanya untuk tidak mengakui kekalahan. Jarang ada yang gentle ngaku kalah. Bahkan aku juga gitu. Apalagi kalau argumennya dibuat sama yang lebih muda.

Setiap kejadian itu datang bersama hikmah yang dapat dipetik. Menerima pendapat orang lain itu ga sepelik ngapalin sejarah.

Aku tidak mendoktrin sama sekali. Oke, karena kita ga perlu banyak orang netral di bumi ini. Anda bisa membayangkan kalau bumi mendadak menjadi penuh dengan manusia netral. Lalu beristilah "bodo amat" dengan kasus-kasus. Itu juga buruk, siapa yang akan membela kebenaran?

Dan di akhir, aku cuma ingin bilang, apapun pendapat kalian terhadap sesuatu, aku harap bisa disampaikan dengan sopan. Maybe haters gonna be hate, tapi bukan berarti bisa seenaknya bicara. Apalagi di internet. Aku kadang kecewa aja yang berargumen cuma kebawa emosi. Internet itu bukan tempat main-main. Kalau gitu caranya, bener kata Dedy Corbuzier; "Indonesia belum siap bersosial media."

Aku ga peduli yang baca ini dikit. Ini cuma curhat. Thanks.

ps. aku nulis ini tengah malem sampai jam 2an. Hasil uploadan pagi tadi gagal, jadi aku republish lagi.

Rabu, 29 Juni 2016

Fangirl

Lama-lama blog aku isinya curhat semua. Maafkan :)

Jadi beberapa waktu lalu, ada sebuah pertanyaan dari temenku. Sebenarnya bahasan kita emang selalu lompat-lompat ga jelas kan, tapi kemudian bermuara pada pertanyaan, "Kalau tipe (cowok) kamu gitu, kenapa ga suka korea?"

Tipe cowok aku mah skip aja lah ya, ga nyambung sebenernya sama apa yang ingin aku bahas, aku cuma ingin bahas pertanyaannya.

"Kenapa aku ga suka korea?"

Oke, aku ini fangirl kelas berat. Aku punya hobi stalking juga cukup membuktikan kalau aku memang fangirl kelas berat. Rata-rata remaja perempuan memang bangga punya title 'Fangirl'. Hell-yea, siapa coba yang ga suka cowok ganteng?

Aku pernah jadi fangirl beberapa artis lokal yang ga perlu disebut namanya (takut kalian terpesona) :/ And I spent much of times. Hanya buat stalking. Aku hobi banget pakai banget-banget yang namanya stalking. Jangankan artis yang infonya jelas banyak beredar di internet. Orang yang gatau wajah cuma tau nama juga aku stalk. Orang yang gatau nama cuma tau wajah juga pernah jadi bahan stalking aku.

Serem emang.

Kalau kalian stalk blog ini, pasti taulah aku pernah ngefans sama Sungha Jung. Gatau kenapa aku lebih suka ngefans sama yang asing, yang jarang. Dan begitung fans Sugha membludak, aku biasa aja.

Soal K-Popers, aku ga bisa suka mereka karena aku suka banget cowok korea._. Kalau sekali liat mv boyband korea, aku udah nyirian minimal satu orang._. Kalau aku memilih untuk mengakui kalau aku K-Popers, Oh God, mati aja aku xD Habis waktu aku ga jelas sama stalking. Dan fans mereka banyak sedangkan aku suka sama yang biasa aja:'v

Aku hanya menolak diri aku sebagi seorang fangirl. Mungkin ada baiknya aku ngefans sama yang bisa memotivasi aku :) Misalnya, Agung Hapsah. Yang ga ganteng, jadi males nge stalk nya juga. Cuma nunggu dia buat video doang nge fans sama dia mah. Oh iya, sama nulis comment di post instagramnya Agung, "Gay banget."

Udah adzan. Sekian dan terimakasih.

Jumat, 24 Juni 2016

[Puisi] Reinkarnasi

REINKARNASI
Azizah Amatullah (XI IPA 6)

Sesak sekali parumu.
Bernapaskan kapitalis-oksida.
Memenuhi raga yang ego bermandikan elu.
Apa pedulimu pada kabar berita?

Potret aku hari ini yang bilang,
Gundul saja aku bersama sampah bergelimang.
Habis dibakar kobaran api kirimkan asap,
agar kau bisa lihat.
Hewan beradu,
mengadu.
Sayang aku bukan Yang Maha Melihat.
Tak cukup mungkin ISPA naikkan korban jiwamu.

Mungkin Tuhanmu itu kotak kecil segenggaman.
Dia beritahumu,
Lalu langkah-langkah kecilmu seperti pahlawan kesiangan.
Menunggu esok lusa kau mengulang kesalahanmu.
Lupa kalau Tuhanku menciptakan bukan untuk habis manis sepah dibuang.
Bah,
Apa pedulimu pada aku yang menderita?

Tangan kotormu itu mengotoriku.
Hingga air keruh menggenangi seluruh kotak siaran.
Lalu ribut saja lagi, ribut saja.
Salahkan tetangga, salahkan sistem kita, tapi jangan salahkan cinta.
Kau yang bilang; cinta takkan pernah salah.

Kadang aku berandai menjadi cinta.
Agar kau berkata,
kau rela meregang nyawa.
Mungkin aku bisa menjadi Cinta yang Rangga enggan lupa belasan tahun lamanya.

Tapi sekali lagi sayang, aku hanya siaran tv tadi pagi.
Sebelum kau mati dari gedungmu sendiri.
Agar saat kau hidup nanti,
saluran tv bilang;
“Kita harus pindah ke Mars!”

Bedebah!

(Cimahi, Juni 2016)

Puisi ini yang jadi juara 3 di classmeet kemarin wkwkwk. Temanya lingkungan. Ini niat (ga kayak cerpen), aku ngetik dulu lama buat puisi ini. Agak ngaco gapapa ya, soalnya aku emang lagi nyari gaya puisi yang beda:)

SQUAD! : Keluarga Hewir

SO WHAT'S UP!?

Aku ingin bercerita di suatu hari tanggal 23 Juni 2016, aku bertemu mereka, lagi. Aku punya 8 sahabat yang udah nemenin aku dari kelas 7 atau 8 SMP :) Jadi mungkin kita bareng udah sekitar 5 tahunan. Namanya keluarga hewir (karena kalau dibalik bacanya jadi riweh, dan kita kalem-kalem riweh). Alay ga? Iya aku tau kok kita pernah alay pas SMP.

Aku seneng sama keluarga ini karena kita konsisten mau ketemu tiap liburan panjang, meski pun pisah-pisah banget sekolahnya. Jadi satu tahun dua kali lah minimal kita ketemu.

Acaranya sih berjudul "buka bersama", dan ini ketiga kaliya kita bukber. Kali ini acaranya di rumah Amin. Selain buka bersama sebenernya sekalian mau ngucapin HSS ke tiga orang sekaligus, Tabib, Ninol, Utub (ketiganya bukan nama asli :'v) Sebenernya ada 4, tapi yang satu lagi, Dwi, bentrok bukber di sekolahnya, anak SMK biasalah sibuk. Mereka bertiga macem-macem padahal tanggal ulang tahunnya, yang h min satu  lah, atau yang udah lewat berbulan-bulan. Karena emang kita tiap dari kita ulangtahun (ke-17) bakal ngasih kejutan kecil.

Karena emang ketemuannya jarang banget, jadi kita tekor /ga. Jadi kita cuma berlima ngasih kejutan ke 3 orang. Kita berlima (Ambar, Didi, aku, Amin, Cacan) nyusun rencana dengan susah payah karena sekolahnya beda-beda :'v Mana aku sama Amin ada rapat dulu di sekolah, udah bingung, udah ga fokus rapat. Anak-anak menatap aku dengan aku-butuh-bantuanmu /ga. "Gimana Jih? Ngomong ih sanaa, aku ga ngerti." aku teh cuma diem ga ngeh, "apaan? Aku ga merhatiin mereka ngomong apa." Udah ga jelas mereka bahas apa, kita berdua main hape, ngurusin kado gimana (Ambar dan Didi yang beli). Cacan beli kue dan lilin ceritanya. Aku mah ga bantu apa-apa, jadi tim sukses aja aku mah wkwk.

Tabib yang ultahnya h min satu udah kesel aku dan Amin ga selesai-selesai rapatnya. Bilang "cancel aja lah" yakali perjuangan wkwk. Jadi kita bener-bener pura-pura belum siap apa-apa, padahal udah nyari kado dari pagi :') Bukan kita sih, Ambar sama Didi aja wkwk. Dan kita berangkat berempat ke rumah Amin nya, abis dzuhur, karena mereka berdua nyari kadonya ga jauh dari sekolah.

Kita bungkus kado, dengan sangat berantakan dan ga punya bakat. Kita berlima udah siap-siapin segala di rumah Amin. Ketiga lainnya belum. Pas Tabib dateng, kita belum selesai buat kartu ucapan. Kita riweh ga jelas teteriakan. Sampah segala masukin tas, balon dan kado disembunyikan di kolong kursi. "Jangan cek hape, jangan." Padahal Tabib udah nge chat nyepam di grup. Dan kita langsung pura-pura asik nonton. Aku nonton channel favorit; Dreamworks :) dan temen-temen aku menyangka itu acting gara-gara aku nonton film kartun (yang lain nonton drama korea soalnya) :( padahal aku suka banget film animasi:')

Acara utama selain buka bersama adalah nonton bareng, tapi berhubung streaming, dan kita pakai mozilla firefox pas ngakses webnya, banyak kena Internet postif xD Ah sudahlah. Kita ngomongin kuliah aja karena kita semua resmi naik kelas 12 :') Biasanya kita main game, nonton, cerita tentang sekolah masing-masing, atau curhat cowok :/ Aku sih jarang cerita cowok xD Curhat cowok aku terbatas, karena aku ga bisa ngomongin cowok. Nanti tangan aku dingin dan gemeteran._.

Habis solat ashar, Amin sama Ambar dekor garasi pake balon HSS NSA (Nida, Salma, Afifah; kali ini nama asli, diurutkan berdasarkan yang ultahnya udah kelewat lama). Kita masih ngomog ngalor-ngidul. Bersedih atas nilai rapot dan guru-guru menyebalkan. Setelah itu kita bahas mau makan apa nanti bukber, lalu diputuskan kalau kita mau makan hati orang:( /ga. Kita mau makan mie ayam, mie baso, mie yamin, dan semacamnya. Ga begitu jauh. Sebelum itu kita fofotoan (karena fofotoan adalah kewajiban gais), di garasi.

 
HSS kalian :))

Kita jadi ngasih kejutan hell-yea :D Dan fotonya jelas banyak, banget. Ga kayak ultah aku yang dirayain dengan jalan-jalan di mall, fotonya ga nyampe 10 wkwk.

Btw, aku nulis ini tengah malem ditemani suaranya Taka One Ok Rock yang di Yokohama Stadium :)

Btw juga, aku ngupload foto ini ga di efek dulu ya, males nyari photo editor :(

mau jual pesona, jadi di depan
Terbengeut 2k16


Actually, aku lebih pede antara tanpa ekspresi, mata aku gede, keliatan gigi, atau diefek hitam-putih. Bhaq.

maafin akunya lucu :)
Tapi kadang juga ngga keempatnya :/

mungkin efek kucingnya lucu jadi akunya lucu


Kita jadi makan mie ayam dan sejenisnya itu. Sayangnya kita lupa foto. Padahal di tempat makan, meja kita penuh makanan, padahal enak kalau difoto dulu sebelum di makan. Malah pemilik warung yang motoin kita. Hahahaha.-.

Kita solat. Lalu hujan turun. Lalu pulang. Aku ga mau cerita pulangnya karena ngeselin :/

Ngomong-ngomong soal cerpen classmeet, aku gagal juara yeee... Emang ga niat buatnya juga. Gapapa. Dan ga bakal aku publish HAHAHA. Karena emang jelek banget serius:( Dan aku juga lupa nge foto sebelum dikumpulin._. Tapi puisi clasmeet aku juara 3. Jadi sebagai gantinya aku ngupload puisi aku nanti :))

Maafin kali ini isinya cuma curhat ga jelas, ga usah di baca. Suatu saat aku bakal ngenalin sahabat-sahabat SMA aku. Mungkin udah, gitu aja :)

Senin, 20 Juni 2016

Catatan Banyak Deadline

*sigh*

Oke. Aku ga tau aku kesambet apa di tengah deadline cerpen numpuk gini masih sempet buat postingan :/ Sekarang pukul 04.28, abis sahur hari ke-14 Ramadhan, dan lagi nunggu subuh yang bentar lagi berkumandang.

Aku agak susah buat konsisten nge-blog, sejujurnya. Karena emang gitu kenyataannya, permasalahan aku dari dulu di setiap hobi aku, ga bisa konsisten. Jadi gatau hobi stalking aku udah mendarah daging apa gimana, kemarin di sela-sela nulis cerpen aku nemu blog kosong, dan tiba-tiba aku kangen nulis blog. Oke alay.

Sebenernya aku udah punya tulisan buat aku publish sebelum ujian kenaikan kelas kemarin. Udah selesai, tinggal lengkapin foto sama publish doang. Tapi sekarang timingnya udah ga tepat sama sekali. Judulnya "7 Alasan Kenapa Kamu Harus Masuk SMAN 2 Cimahi" (untuk pertama kalinya buar artikel ga jelas :v) Mungkin ...tahun depan? Lagi pula ga adil aja kalau aku ga nulis "7 Alasan Kenapa Kamu Ga Usah Masuk SMAN 2 Cimahi". Jadi mungkin tahun depan aja, kalau udah mau lulus :'

Aku nulis ini sebenenya karena aku ga tau mau nulis apa. Cerpen lomba classmeet aku harus dikumpulin jam 11 nanti dan baru setengah halaman (dari minimal 2 sih sebenernya). Cerpen ARKI 2016 juga harus selesai sebelum libur dan baru jadi konsep aja.

Dan ...

Gini-gini aja sih hidup aku mah. Kalau buat cerpen, puisi, novel, nyorat-nyoret binder sampai 1 halaman, atau satu lembar kalau cerpennya pajang. Cuma buat gambar-gambar ga jelas, bikin keywords, ceklisin yang bagus, dan amanat harus nyampe. Udah. Sejujurnya kalau udah dapet feel dari naskah aku sendiri, aku bisa selesain cerpen cuma 2 jam-3 jam.

Beginilah kenapa cerpenis semangatnya dibayar royalti /ga.

Ngomong-ngomong, setelah aku selesain dua cerpen aku, aku mau upload cerpen keberuntungan aku. Kenapa disebut beruntung? Karena itu cerpen yang aku buat selama 2 jam saat lomba ARKI Desember kemarin, yang aku ga mau baca lagi saking ancurnya, tapi pas liat web-nya ternyata aku dapet peringkat 8 :'v Suka terharu emang.

Aku ga buat Patah (ver 3.0) Juni ini, bukan karena ga mau, tapi sesimpel karena aku patah hati banget._. Sampai aku ga tau mau nulis apa di Patah 3, padahal ada aja yang nagih "Kapan Patah 3?" Harusnya aku bisa selesain tanggal 1 Juni, satu hari jadi (karena emang puisi Patah itu aku buat spontan). Tapi aku bingung, Bulan Mei aku lagi absurd. Dan memang tahun kemarin juga aku berhenti nulis diari di Bulan Mei. Bukan ke patah hati sih, lebih kayak ke orang-orang yang hilang semangat hidup gitu /alay.

Oke, mungkin gitu aja, aku mau nyelesain cerpen classmeet aku. Aku dapet inspirasi kemarin malam, gara-gara chat sama Hasna, temen sekelasku, sampe malem banget, cuma buat ngomongin game (dan gamers). Aku agak speechless aja sebenernya bisa nyambung diajak ngobrol game sama orang, cewek lagi:v Jadi mungkin cerpen aku tentang gamers gitu, gatau juga, liat aja nanti. Kalau ga menang aku upload, kalau menang kayaknya ngga sih, mau aku simpen aja, siapa tau bisa jadi uang /ga.

Oke, sekian, terimakasih. Happy Monday :)

Minggu, 01 Mei 2016

[Puisi] PATAH (ver. 2.0)

PATAH (ver. 2.0)

Masih jadi pengharapan--saat itu.
Mereka yang bilang rindu;
Saat aku ingin enggan, dan kau bilang tidak pernah.
Menyakitkan bukan?
Tak ada yang perlu kau sematkan di atas langitku, hari ini.
Mungkin segelas maaf Mei telah menghidupkan April yang terlanjur mati.
Karena kehilangan satu engkau lebih baik daripada kehilangan seluruh aku.

Aku patah, berharap kali ini kau yang langitkanku.

A.
Mei | 2016

Selasa, 19 April 2016

[Puisi] Desember

Aku desember yang kau petik.
Merindu dipelukkan embun.
Menghiasi sisa engkau yang acuh.
Tapi aku bercerita, hingga kau tak pernah lupa.

Aku desember yang kau relungkan.
Bersama mega yang pergi mengabu.
Lelapkan engkau dalam khayal.
Pengap, namun gempita,
Lalu sunyi.
Hingga malammu acuhkan pagi.

Aku desember yang kedinginan,
Jatuh, menghujanimu.

Iza
April | 2016

Cat.
It's rainy.
Ini jelas belum Desember. Tapi aku selalu suka hujan :) cuma untuk mengenang apa yang terjadi Desember 2015 kemarin.

Puisi ini aku berikan untuk diriku sendiri.

Kamis, 07 April 2016

May Who, Ketika Jatuh Cinta adalah Kesalahan #AsalAsalanReview

Hari ini aku ingin review film Thailand. Agak sakit hati juga karena sebenernya aku udah selesai review film ini lalu file-nya hilang. Film ini rilis sekitar Oktober 2015 kemarin. Baru nonton Rabu kemarin sama beberapa teman sekelasku selepas padus di rumahnya Alma. Download lah filmnya, ga kuat beli ori. Kecuali kalau emang film indo yang "high class" diusahain ke bioskop. Tapi bukan berarti aku ngge beli bajakan juga sih xD Memang udah agak lama filmnya, tapi ingin aja review. Entah ini efek pelajaran Bahasa Indonesia yang memang sedang mengulas film /ga atau emang hobi aja nulis panjang ga jelas. Karena aku ga mau spoiler banyak-banyak, jadi aku bakal nyeritain garis besarnya.

Awalnya aku minta rekomen film komedi-roman. Kalau bisa Thailand. Soalnya banyak banget film Thailand yang lawak tapi romannya kena, kayak Crazy Little Thing Called Love. Temenku , Dhia, ngusulin film komedi-roman bikin baper; May Who.

May Nai Fire Rang Frer a.k.a May Who
Kalau dilirik sinopsisnya, film berdurasi hampir 2 jam ini ceritanya klasik banget. Tentang dimana sebuah sekolah memiliki banyak kubu, dari mulai kutu buku sampai paling hits yang diteriakin tiap lewat. Dan si tokoh "gue" adalah yang paling kasihan; tidak punya kubu. Berpenampilan terlalu standar. Penyendiri atau bahkan sedikit terbully. Tapi suka sama anak hits. Klasik men.

Perbedaannya adalah, ada dua orang yang merasa aku-bukan-siapa-siapa di sini. Adalah Pong (Thiti Mahayotaruk) dan May Who (Sutatta Udomsilp) . Pong yang pandai menggambar, menyukai gadis cantik dari Tim Penyemangat, Mink ( Narikun Ketprapakorn). Dalam komik manualnya, dia selalu menceritakan kisah ia dan Mink. Sedangkan May menyukai atlet yang seringkali disemangati Tim Penyemangat, Fame (Thanapob Leeratanakajorn). Tapi yang paling menarik di sini adalah May, yang punya "kelainan". Tubuhnya akan mengeluarkan listrik ketika jantungnya berdegup terlalu kencang. Entah itu karena bersemangat, kelelahan, atau karena bertemu dengan orang yang ia suka.

Mink
Fame
Suatu hari, karena terburu-buru Pong salah mengumpulkan buku tugas, dia malah mengumpulkan buku komik manualnya yang sedang ia kerjakan. Dan sialnya bagi Pong, karena May membuat satu sekolah tau apa yang ia gambar, termasuk Mink. Ini jelas membuat Mink marah, dan ini jelas membuat Pong marah. Pong akhirnya melabrak May yang malah membuat ia sadar kalau May punya sesuatu yang istimewa.

Film ini dipadukan dengan animasi yang keren pake banget. Jadi animasi ini untuk menghidupkan apa yang Pong gambar. Meski animasinya terkesan "anime banget" jadi serasa nonton anime atau lagi main game, tapi bagus untuk film khas Thailand yang hobi mendramatisir suasana. Terkesan .... lebih alay?

Lucu bangeeet
Pong dan May nampak sedikit bernasib sama dengan masalahnya masing-masing. Kendati Pong sudah terlanjur tahu kekuatan May dan May yang merasa bersalah atas kelakuannya terhadap Pong, keduanya berakhir saling bantu untuk medapatkan pujaan hati masing-masing. Tapi May Who, seseorang yang tidak bisa menyentuh orang yang ia suka, tentu butuh perjuangan lebih. Jatuh cinta bagi May ditunjukan sebagai sebuah kesalahan. Namun Pong berusaha menunjukkan sebaliknya; Bukankah mereka yang jatuh cinta, tentu bisa menerima kekurangan pujaan hatinya? :)

Kedekatan mereka yang "ini friendzone banget sumpah" membuat penonton akan bermuara pada perasaan yang sama, mereka adalah couple paling cocok di sini. Meski memang sedikit what-a-hell karena beberapa adegan menyebalkan khas Thailand yang bikin kami sebagai penonton ingin lemparin tv.

May dan Pong
Secara keseluruhan, film ini lucu banget dan menghibur. Setiap kubu punya keunikan masing-masing. Tim kutu buku yang kerjanya cuma belajar, ga kuat liat ekpresi mereka. Atau Tim Cantik (cheerleaders) yang ga suka orang lain deket-deket Fame. Semua kelakuan fansnya Fame emang bikin ketawa. Guru-gurunya juga gokil, gamau ketinggalan ngefans sama Fame :'v

Aku sangat suka endingnya. Mempermainkan perasaan penonton untuk memilih antara May-Fame, Pong-Mink, atau May-Pong. Greget nontonnya juga. Bagian ujung filmnya mendramatisir banget, tapi tetep masih bisa buat ketawa, dan .... pokoknya ... aku rekomen banget film ini buat hiburan.

Karakter favorit aku sudah jelas Pong. Well yeah, meski lebih ganteng Fame, tapi Pong punya daya tarik tersendiri. Karakternya kuat banget di film ini. Mengemas karakter Si Maniak Gambar dalam sesuatu yang terlalu manis untuk digambarkan. Apalagi dia ponian. HAHAHA. Maka, aku paling suka adegan ketika Pong menggambar untuk May di depan pintu kamarnya. Mendadak air mukanya manis banget :') Dan bagiku, itu adegan paling bikin baper.

Ponimu bang;-;
Lucu banget bagian 2 :')
Setelah film selesai, kita masih terbawa suasana bapernya. Apalagi ada yang sampai nangis nontonnya :v Crispy roll yang disediakan Alma, si tuan rumah, abis setengah toples sama aku (karena aku ga bisa biarin makanan terbengkalai). Dan tiba-tiba Hasna teriak "Zah, the power of orang caleuy" dan itu antiklimaks, aku ketawa ngakak banget.

Mungkin hanya kami yang tau dimana letak lucunya :)

Minggu, 03 April 2016

Hanya Kenangan

Banyak kenangan yang hanya bisa disimpan dalam ingatan, tak ada bukti fisik. Tapi setidaknya ia tetap masih bisa dikenang kan? :)

Aku mulai mengenal internet saat aku duduk di bangku SD kelas 2 (iya kelas dua). Bersyukurlah kalian yang belum kenal internet zaman itu, mungkin itu alasan mengapa aku pakai kacamata sekarang. Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku cuma bisa pakai email, google, dan sosial media yang tren saat itu, multiply (yang sekarang sudah beristirahat dengan tenang karena kalah dengan facebook). Multiply itu bentuknya adalah blog, mungkin kayak tumblr sekarang. Tapi lebih "home". Karena blog kita adalah rumah, dan teman-teman kita adalah tetangga-tetangga kita. Aku lupa aku pernah punya berapa multiply, mungkin sekitar tiga atau empat? ._.

Aku memang senang dengan hal-hal baru tapi cukup pemalu untuk itu. Multiply-ku sama sekali tidak punya teman awalnya, iya ga punya temen, kan lucu. Dan ga punya foto (karena dulu aku ga maniak foto kayak sekarang). Tapi di awal-awal multiply, isinya foto aku alay semua ._. Ya Allah kelas 2 udah bisa alay;_; untung udah kehapus jadi ga bisa di stalking hahaha. Multiply terakhir aku miliki di waktu kelas 3 sd dan punya id foxcity, karena aku suka serigala. Sebagaimana aku suka wolf dalam kata zwölf (berarti 12 dalam bahasa jerman) /apa. Passwordnya adalah salah satu tokoh dari anime yang aku suka sepanjang zaman; Detective Conan :v Sebenarnya aku ga ngerti kenapa aku jelasin bagian ini. oke skip.

Di foxcity ini aku mulai mengenal teman. Dan aku mulai jadi maniak karena pemain-pemain multiply saat itu juga anak-anak seusiaku. Aku inget yang namanya Khanza, dua tahun lebih tua dari aku (Hai Khzanza, kalau kamu baca ini komen ya). Well, multiply juga adalah blog-blog pertama penulis-penulis cilik angkatan tua kayak aku._. Jadi gara-gara aku keranjingan internet, aku diminta ibu aku nulis satu postingan per minggunya. Jangan harap tulisan aku waktu itu sebaik tulisan aku sekarang, yang namanya pemula tuh bener-bener pemula. Asli ngilfilin banget xD Mungkin satu postingan aku cuma nulis satu paragraf dan tanpa titik koma. Jujur aja aku ga seneng pelajaran bahasa Indonesia waktu kelas 1 dan 2, karena guru aku selalu bilang tulisan tangan aku berantakan ga bisa dibaca-_- Jadi percuma aja aku nulis, ga akan kebaca kan.

Penulis terkenal yang aku kenal di multiply salah satunya adalah Ayunda Nisa Chaira. Yunda juga masih kenal aku sampai sekarang ;) Kalau kalian pernah baca bukunya yang "Menari di Pelangi" yang nyeritain almarhum temennya, April, aku suka ingin nangis. Bukan hanya soal ceritanya yang sedih, tapi karena aku kangen banget multiply. Yunda pernah posting tulisan tentang almarhum temannya itu (aku masih inget wajahnya sampai sekarang), dan di book guest multiply April, aku pernah nulis bela sungkawa juga di sana :')

Konsep multiply yang home itu buat kita ingin memperbagus tampilan rumah kita. Ini juga alasan aku kenapa aku bisa addict sama internet, aku belajar html! Wooooo ... gila gila gila, anak SD belajar kek gitu otodidak meen. Aku aja sekarang males disuruh belajar coding kayak gitu sama ortu aku :v Dan sekarang emang udah lupa, nyaris lupa semua malah. Emang sih kode html multiply ga begitu susah, ga kayak blogspot (makanya aku males ngoprek blog aku, mending nyari). Tapi aku jadi seneng desain-desain web gitu. Dulu biasanya kita ambil gambar di web yang sekarang juga udah ga ada. Terus suka pesan-pesanan tema. Aku suka mesen sama Dilla Mutia (Hai Dilla, kalau kamu baca ini komen ya). Tema yang aku suka dari penyedia tema gratis adalah naruto. Warnanya putih salju dengan naruto pake jaket jadi background. Lucu kan serigala-serigala salju gitu kesannya aarrrrghh ... Tema terakhir yang aku pake sebelum multiply musnah juga buatan Dilla. Temanya es krim gitu, lucu banget, warna biru muda:3 Aku bahkan lupa tema apa yang pernah aku coba buat ._. Yang pasti pernah nyoba detective conan.

Tahun 2009, facebook booming. Itu juga jadi tahun terakhir aku main multiply. Semua makhluk multiply pindah ke facebook. Multiply tertatih buat ngejar para pemainnya. Sempet ada kolom chat di multiply, tapi tetap aja susah ngalahin facebook. Kemudian juga twitter booming kan. Udah mati aja mati kamu multiply! Mati! Kelas 6 aku sempet balik ke multiply juga udah sepi :') Kelas 5 atau 6 di sekolahku juga diajarin facebook, jadi kalau mau kontakan sama mereka, mending main facebook kan? Jadi jangan salahkan aku berpaling hati dari multiply.

Well, aku kangen multiply, makanya aku menghidupkan kembali blog ini. Internet sekarang suka disalahgunakan, suka ada tren-tren ga guna yang cuma bikin emosi. Coba kalau misalnya pengguna internet manfaatin internet sebaik mungkin. Kayak para pemain multiply yang berbagi semangat meski lewat kolom guest book, lewat grup-grup kita belajar bikin tema bareng. Selain multiply juga aku pernah pake friendster, cuma aku terlalu muda main friendster jaman itu:( Atau spring.me. Spring.me itu kayak ask.fm tapi seluruh dunia pertanyaannya muncul di timeline, soalnya penggunanya dikit. Aku seneng pake spring.me soalnya aku bisa belajar bahasa inggris dan bisa curhat-curhat pribadi gitu wkwk. Sekarang semua itu udah ga ada, multiply pernah mencoba bertahan dengan jadi toko jual beli online. Friendster juga pernah jadi tempat main game. Spring.me sekarang kerja sama denga twoo.

Emang ya gitu, kalau udah ga laku yaudah.

Anak SD disuruh megang gadget dan internet itu gapapa. Serius sah-sah aja, kalau misalnya orangtuanya bisa ngawasin dan itu positif. Toh, mungkin aku seneng nulis gara-gara multiply juga. Kata aku sih gitu. Adik-adik aku megang gadget sekarang juga sama-sama belajar fotografi, nyoba desain grafis, belajar video editing, atau bikin animasi (kecuali adik aku yang kedua kerjanya sama aja kayak aku; stalking. HAHAHA). Adik aku yang terakhir kelas 3 sd aja belajar bikin video dari power point.

Alasan aku nulis ini (selain karena apa yang aku tulis sebelumnya), aku cuma mau bilang kalau internet itu bukan hanya tentang game online. Aku juga main game online waktu SD sampai suatu hari ibu aku ngelarang kami sekeluarga main game :v

Aku ga lagi nyepet siapa-siapa kok. Cuma aku lagi kecewa aja sama pengaharapan aku sampe aku nulis puisi Patah.

Aku pernah nge screenshot blog multiply aku waktu itu. Cuma di notebook aku yang rusak jadi ga bisa aku post:( Tapi ya itu kan emang cuma kenangan. Kenangan ga selamanya harus pakai bukti fisik. Tetep aja manis kalau dikenang :) Karena kenagan adalah kenangan. Kayak kenangan aku sama kamu.

Maafin blognya mellow. Cukup sekian dan terima kasih :)

Jumat, 01 April 2016

[Puisi] Patah

PATAH

Masih jadi pengharapan--saat itu.
Maka aku hanya berdoa, biar kau yang aminkan.
Tapi Tuhan bilang engkau sebabnya, akibat aku.
Dan egoku memutuskan mati di persimpangan.
Biar saja, aku ingin kau taburkan pengharapan itu di atas kuburku.
Meski aku kecewa. Meski aku terlalu sering kecewa.
Setidaknya aku percaya; cinta menghidupkan sepotong kematian.

Aku patah, namun langitkanmu :)

Iza
April | 2016

P.s. Semangat!

Jumat, 25 Maret 2016

[Puisi] Tentang Hati

Tentang Hati

#1
Hatiku terketuk. Kubuka.

Tangan2 meraihku.
Berbisik;
"jatuh cinta takkan semudah itu"

Lalu mereka berubah dalam tarian yang membuat gila;
"Kau tak pernah bisa memaksaku tuk jatuh cinta padamu"

Aku tersenyum.
Kemudian menangis.

#2
Hatiku terketuk. Kubuka.

Tangan2 meraihku.
Memelukku;
"Perasaan tak bisa membohongi."

Lalu datang membawa pedang;
"Aku akan membuatmu berceceran darah. Lagi."

Aku tersenyum kecil.

Sudah biasa.

#3
Hatiku terketuk. Kubuka.

Aku melihatmu diam. Tersenyum; "Membahayakankah aku?"

Aku harap datang memelukku; "Aku disini untukmu."

Maka aku akan menangis.
Lelah akan tatapanmu.

Terlalu.

#4
Hatiku terketuk.
Masih.

Enggan kubuka,
Dari jendela,
Mataku sembab;
"Apa yang kau inginkan?"

Kau mengalihkan pandangan;
"Jangan berharap akan aku."

Terimakasih.
"Aku masih menyayangimu."

#5
Hatiku sepi. Hari ini.

Aku menemukanmu.
Acuhkanku;
"Tak rindukah akan?"

Aku tawa yang menangis.
Seolah kita tak pernah ada;
"Aku bukan takdir yang bertemu"

Lalu hatiku terketuk.
Aku menuli.

#6
Hatiku terketuk.
Aku hanya pastikan telah terkunci.

Kemarin lusa untuk sebuah kisah terakhir;
"Terimakasih"
"Selamat tinggal"
"Sampai jumpa lagi"
"Aku masih menyayangimu"
"Cukup disini"
"..."

Tapi kau hancurkan,
Segalanya,
Asa itu selalu ada;
"Aku tak mau kau pergi"

Aku putus asa.
Kau tahu?

Tapi aku enggan jatuh.
Selalu;
"Terimakasih"
"Biarlah kita awali dan akhiri ini dengan manis"

Iza.
October | 2015

Yeay. Ini puisi spontanku yang aku selesaikan awal Oktober lalu. Masa-masa itu emang aku lagi banyak nge down gara-gara banyak hal. Entahlah.

Lalu hening.

Aku lagi seneng nulis puisi pendek-pendek. Sekarang sedang mengerjakan proyek nulis "Tentang Engkau", aku sebut proyek karena sebenernya ini bukan puisi, ini diari (meski aku lupa dasar ceritanya gimana). Jadi selama 6 waktu dengan jarak waktu sekian dan sekian, aku curhatin sesuatu hingga jadi satu cerita.

"Tentang Engkau" inginnya sih puluhan part, tapi buat endingnya juga spontan banget, semacam "aku harus selesai hari ini" maka selesailah aku. Yagitu, jadi ga jelas bakal berapa bagian aku buatnya.

Tapi .. seperti biasa, sekian dan terima kasih :)

Jumat, 18 Maret 2016

23 Days : Antara Takdir dan Teka-teki


Fantasteen : 23 Days
Mungkin kamu sudah menyimpulkan sendiri: dunia tidak selalu ramah kepada manusia istimewa. Orang-orang berotak tajam yang berani menyuarakan apa yang dipendam orang kebanyakan. Sejarah mencatat, tidak sedikit dari mereka yang lantas diburu, bahkan meninggalkan dunia dengan tidak wajar. Kesepian harus mereka telan dalam sunyi.

Hal itulah yang dialami Riana. Kemampuannya menerawang bahaya membuatnya dikatai “FREAK” oleh anak-anak sebayanya. Padahal, Riana hanyalah gadis biasa yang butuh teman bicara tentang soal-soal sepele. Sesepele impiannya jadi komikus, atau permainan gitar Sebastian yang menurutnya keren.

Suatu hari, sesosok teman muncul dalam wujud El. Tiada yang tahu identitas maupun masa lalu anak itu. Namun, kehadiran El membuat hari-hari mereka tidak lagi sepi. Wajah Riana mulai dihiasi kebahagiaan, sampai dia tahu, bahwa El adalah malaikat kematian, yang bertugas mengantarnya pulang dalam waktu ... 23 hari.

***

Well, itu sedikit sinopsis dari novel keduaku. Novel ini sebenarnya terbit sudah lumayan lama, pertengahan 2015 lalu. Tapi tidak ada kata terlambat untuk nge promosiin novel sendiri. HAHAHA. Oke.

Adalah El, tokoh utama dari novel ini, malaikat kematian yang akan mencabut nyawa Riana. Awalnya El biasa aja jadi temen yang ngikutin dan memerhatikan Riana di sekolah. Meski mungkin satu sekolah takut kepada Riana yang dianggap "membawa masalah" di sekolah mereka. Tidak mudah menjadi "genius" yang memiliki indera keenam. Tapi hey, El sudah berpengalaman. Ini misi ke sekiannya. Itu hanyalah masalah "kecil" bagi pencabut nyawa sekelas dirinya.

Tapi sialnya, itu adalah masalah kecil yang mengubah hidupnya.

Ada banyak hal yang membuat El tertarik kepada freak-nya Riana. Well, meski freak, tapi Riana jenius. Meski nada biacaranya kekanak-kanakkan, tapi dia selalu punya sudut pandang yang jujur dan berbeda.

Niat El menjadi teman satu-satunya Riana di sekolah mungkin terdengar tulus bagi Riana. Tapi bagaimana dengan El sendiri? Kali ini dia tak bisa membohongi dirinya. El galau, jika Riana tidak mati tepat pada waktunya, maka dia yang akan mati.

Ini adalah novel tentang takdir dan memaafkan. Dan selama 23 hari, takdir El soal mimpi buruk yang tak pernah hilang. Soal masa lalunya yang terlupakan. Soal kesakitan ia di masa lalu ... sedikit demi sedikit terungkap. Jengjengjeng ...

Aku nulis novel ini sekitar setengah tahun, dengan 3 bulan aku diemin doang. Jadi mungkin aktifnya 3 bulan lah, itu juga dengan puluhan kali stuck, gemes antara ingin selesain dan males nerusin. Dan memang lebih banyak males nerusin

Penerbitan novel ini cukup bentar, dan menurutku itu bentar banget :' Bulan Januari 2015 aku kirim, Maret 2015 diterima, pertengahan 2015 udah terbit. Aku sampai terharu waktu tau kalau terbitnya cepet banget :') Dan di akun twitter Mizan, novel ini pernah jadi rekomend kedua! Kedua men! Setelah novel Dilan Pidi Baiq. Ini jelas membuatku sedikit belbahagia :'v

Aku mikir jalan cerita ini keras banget, bikin sekian skenario yang menurut aku bagus, kemudian aku sambung-sambungin jadi satu. Novel ini isinya teka-teki. Awal-awal pembaca akan susah memahami karena aku puter-puter cerita dan bahasanya. Tapi semua itu akan bermuara pada akhirnya,meski banyak pembaca tetap aja pusing.

Semoga kalian terkejut dengan jawaban-jawaban yang tentu saja takkan diduga.

Dari keseluruhan cerita, aku suka bagian epilog. Ngebayangin epilog itu kayak aku ada di suatu tempat yang penuh dengan taman yang indah banget. Aku buat epilog ini spontan banget dan penuh penghayatan, jauh dari apa yang aku rencanain sejak awal. Hampir semua orang yang udah baca novel ini, langsung ngomentarin endingnya. "KENAPA ENDINGNYA GITU?" dan aku seneng banget kalau ditanya kayak gitu. Karena mereka labil harus seneng atau sedih pas ending, padahal endingnya ga aku gantung.

Tokoh yang paling aku suka disini adalah ... Kay. Temen-temen cewekku juga akan setuju dengan ini. Kay ini cowok ponian (iya, harus ponian) yang jadi teman pertama El di sekolah (bahkan sebelum El ngobrol sama Riana), yang diam-diam suka dengan El. Aku buat tokoh Kay semanis dan sekece mungkin untuk dibayangin. Sampai ending, aku ga bisa move on dari Kay. Dan tiap kali aku baca ulang novelku, aku kembali jatuh cinta sama cowok ini.

Untuk rencana novel selanjutnya, aku lagi ingin buat novel di luar Dar Mizan. Ingin nyoba Gramedia, Bentang Pustaka, atau Republika. Ingin buat sesuatu yang ... lebih dewasa mungki. Dan aku nantang diri aku sendiri untuk buat novel romansa remaja tapi ga picisan. Entah akan seperti apa hasilnya. Sebenarnya kemarin ada naskah friendship jalan dua bab, tapi aku berhenti karena aku ngerasa gagal ngerancang storyline. Memang susah jadi perfeksionis.

Ralat, bukan perfeksionis, aku hanya ingin menampilkan yang terbaik ;)

Mungkin cukup sekian dan terimakasih.

Judul  : 23 Days
Penulis : Azizah Amatullah
Penerbit : Dar Mizan, 2015
Cover / halaman : softcover / 168 halaman
Harga : 39.000

Kamis, 17 Maret 2016

[Curhat] Long time no see.

*lihat tanggalan*

Hai semua :) Ini sudah Maret 2016 dan akhirnya dengan mengumpulkan seluruh niat dari jiwa dan raga, aku mau nge-blog lagi. Tentu saja banyak banget perubahan yang aku lakukan pada blog ini, karena akhirnya dengan berbekal sebuah pencerahan yang entah aku temukan dimana, aku sadar kalau aku pernah alay._. Aku kira alay aku berhenti hingga aku duduk di bangku SMP (karena SD aku alay fix parah) dan ternyata aku ilfil ketika liat tulisan aku jaman SMP. OH GOD HELP ME.

Sekarang aku siswi kelas 2 SMA yang berbahagia, dan aku nyadar (atau tepatnya teman-teman menyadarkan aku), kalau aku masih alay. Oke. Mungkin di saat lulus nanti, aku merasa kalau tulisan aku hari ini alay juga. Well, aku harap kalian ga baca tulisan-tulisan alay aku dari SD sampai SMP yang pernah aku tulis di blog, karena aku aja malu bacanya:'

Sejujurnya aku mau banget buat blog baru. Tapi aku ini tipe cewek yang bertahan pada kenangan. Dari jaman dahulu kala aku begitu, makanya kadang emang susah move on/ga. Aku masih nyimpen banyak kenangan dari SD untuk aku tertawakan di SMP, dan tentu saja aku menyimpan kenangan SMP untuk kemudian aku tertawakan di zaman SMA, begitu hingga selanjutnya. Dan emang sayang buat blog baru, melihat rating blog ini tinggi banget dibanding blog-blog aku (yang emang sebenernya ga penting) lainnya.

Perubahan-perubahan pada diri aku kelihatan dari tampilan blog aku. Lebih simpel dan ga berantakan kayak jaman dahulu kala :v Warna backgroundnya biru karena ngga tau mau apalagi. Inginnya merah tapi takut bikin sakit mata. Ingin rada nge-galaksi item pink-merah gitu kan unyu, tapi males nyarinya. Dan yang paling mencolok adalah nama blog yang asalnya alay pake banget : akuituazizah, menjadi lebih simpel dan elegan : amatullahiza.

Kenapa amatullahiza? Karena sekarang itu identitas aku :3 Oke, sejak aku pegang nama pena amatullahiza, aku pakai banyak akun dengan user amatullahiza, kalau memang bersifat umum dan ingin aku tunjukkan kepada pembaca bukuku. Mulai dari email gmail, ask.fm, instagram, twitter, line, dll. Ya bisa cari aja sendiri, aku ga hapal karena emang ga semua aktif.

Aku mulai kesel sama bahasa aku yang sok formal.

Perubahan dari diri aku yang lain adalah, sekarang hobi aku banyak dan random tergantung mood. Ini aku nulis segini banyak karena memang aku lagi ingin nulis. Beberapa jam ke depan aku ga yakin aku punya mood sebesar ini. Hobi random ini yang bikin aku kesulitan milih jurusan. Sejak kecil jelas aku paling suka baca sama nulis--itu bagian hidup. Tapi sedikit demi sedikit terkikis kalau ga mood. Tapi emang bener kata orang, yang namanya hobi itu memang harus dirawat. Karena hobi itu gampang ilang, makanya agak susah juga kalau punya hobi banyak kayak aku *kipas-kipas*

Sejak masuk kelas 11, ketemu temen-temen gila gambar, aku jadi seneng gambar, ikut-ikutan challenge gambar apa gitu. Dari kecil aku suka gambar tapi memang ga diasah. Sampai sekarang aku jadi rajin bawa sketch-book ke sekolah--meski ga gambar yang penting gaya. Dan karena memang aku ga suka nyatet, buku rangkuman yang memang sengaja aku cari yang lembarnya polos juga aku gambarin. Ini yang buat aku ingin jadi animator, ingin banget. Apalagi aku suka banget sama film animasi dari aku kecil.

Hobi fotografi aku rada ilang karena suatu hal yang ga bisa aku ceritain *nangis*. Ngga deng. Karena kamera aku rusak dan aku ga punya uang beli baru *nangis beneran*. Namun yah, gara-gara aku bertemu seseorang--ehem, nemu doang di yutub ehem, ga bisa kenal beneran ehem--bernama Agung Hapsah, aku kembali addcit sama kamera. Alasan lainnya sih karena aku disuruh buat film pendek untuk sebuah acara di sekolahku. DAN ITU NGUBAH HIDUP AKU. Tapi aku belum berani ngupload karya aku di yutub, aku masih pemula qaqa, masih perlu banyak belajar :' Tapi ini yang ingin aku bergelut di dunia sinematografi.

Sebelum-sebelumnya aku juga sempet gila kan sama nulis puisi, aku sempat upload beberapa di blog ini, tapi kemudian ilang. Timbul-tenggelam di luka dalam /apa. Dulu biasanya aku seminggu minimal sekali buat puisi, tapi sekarang ngga. Sekarang nulis puisi aku lebih ke tulisan reflek tergantung mood kalau chat sama temen-temen. Aku juga suka nulis diari offline dari kelas 7 sampai kelas 10, kemudian berhenti karena aku ... patah hati. BOHONG HAHAHA.

Semoga aku jadi rajin nulis di bog. Rencana sebenernya aku nulis blog ini aku mau belajar review novel dan film, sambil share puisi atau cerpen. Atau mungkin tips-tips gapenting dari aku? Tapi entah terlaksana atau tidak, yang penting niat awal udah baik :')

Tapi sebenernya hobi aku sepanjang zaman mah gugling sama stalking sih. STALKING ITU HIDUP, KAWAN! HIDUP!

Cukup sekian dan terima kasih.